Kikis Stigma Kumuh, UKKLP Tebuireng Targetkan Pesantren Bersih Bebas Penyakit Kulit

11
Koordinator Unit Kebersihan dan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP) Tebuireng, Ust. A. Yusronil Haq, M.H.U., memberikan pembekalan regulasi sanitasi dalam materi Kesehatan dan Kebersihan pada rangkaian Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) 2026. Foto: fatih

Tebuireng.online- Koordinator Unit Kebersihan dan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP) Tebuireng, Ust. A. Yusronil Haq, M.H.U., memberikan pembekalan regulasi sanitasi dalam materi Kesehatan dan Kebersihan pada rangkaian Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) 2026. Forum edukasi ini berpusat di Aula KH. Yusuf Hasyim Lantai 3 Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (07/07/2026).

Dalam eksposisinya, Ustadz Yusron menegaskan bahwa internalisasi budaya hidup bersih dan sehat di area domestik asrama merupakan pengejawantahan dari gagasan besar yang dirintis oleh almarhum Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Semasa hidup, Gus Sholah berkomitmen membalikkan citra lembaga keagamaan tradisional menjadi kawasan yang tertata dan sehat.

“Kami di UKKLP memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan gagasan besar Gus Sholah. Karena itu, kepada santri baru kami sampaikan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kamar, hingga merawat fasilitas pesantren,” ujar Ustadz Yusron, Selasa.

Guna menumbuhkan sensitivitas ekologis santri sejak dini, pemateri tidak menggunakan metode ceramah satu arah, melainkan mengajak para peserta MOSBA aktif berdiskusi. Ratusan santri baru ditantang untuk mengidentifikasi berbagai studi kasus penumpukan sampah atau problem kebersihan di sudut-sudut pesantren, kemudian merumuskan alternatif solusinya secara mandiri.

Pola interaktif ini dinilai efektif memicu rasa memiliki (sense of belonging) santri terhadap fasilitas publik yang mereka gunakan. Manajemen UKKLP menekankan bahwa standardisasi kebersihan lingkungan asrama mustahil tercapai jika hanya mengandalkan mobilitas petugas kebersihan, melainkan membutuhkan kedisiplinan kolektif seluruh warga pesantren.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di akhir sesi pembekalan, Ustadz Yusron menitipkan target besar kepada generasi baru Tebuireng untuk menghapus stigma negatif yang selama puluhan tahun melekat pada institusi pesantren salaf, yakni kesan kumuh dan maraknya persebaran penyakit kulit menular seperti gudik (kudis).

Ia optimistis, melalui komitmen regulasi pengelolaan limbah domestik yang ketat dan perubahan perilaku santri, potret buruk tersebut dapat ditiadakan secara permanen. Ekosistem Tebuireng diproyeksikan mampu mempertahankan posisinya sebagai pesantren ikonik yang bersih, higienis, serta menjadi rujukan atau teladan bagi tata kelola lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Gagas Hidup Bersih, Kepala BST Tebuireng Gembleng Karakter 500 Santri Baru


Pewarta: Fatih

Editor: Sutan