Ilustrasi : www.google.com

Tebuireng.online– Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, KH. Mochammad Djamaluddin Ahmad menyampaikan beberapa kehebatan dari Istikamah berzikir kepada Allah SWT.

“Zikir lebih utama dibanding semua amal. Bahkan lebih utama dari sedekah emas. Lebih utama dari perang membunuh musuh lalu kita dibunuh musuh,” katanya.

Kiai Jamal lalu menyebutkan di zaman Nabi Muhammad SAW seorang sahabat nabi yang selalu membaca surah Al-Ikhlas ketika hendak melakukan sesuatu. Sahabat tersebut bernama Muawiyah Almuzani. Muawiyah setiap keluar rumah selalu membaca surah Al-Ikhlas begitu juga saat memasuki rumah.

“Sahabat Muawiyah duduk juga baca kulhu (surah Al-Ikhlas), berdiri juga baca kulhu. Dalam setiap keadaan dia selalu baca kulhu,” jelasnya saat pengajian rutinan di Bumi Damai Al-Muhibbin, Senin (31/3/19).

Dikatakannya, saat sahabat Muawiyah wafat Rasulallah beserta sahabat lainnya datang untuk takziah. Saat itu Nabi Muhammad SAW kaget melihat ada ribuan malaikat sekitar Muawiyah. Karena penasaran, nabi pun mencari informasi tentang kebiasaan Muawiyah sesama hidupnya. Dan dari sana diketahui jika Muawiyah punya rutinan atau zikir surat Al-Ikhlas.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ketika Muawiyah wafat, Nabi Muhammad SAW melihat ada 70 ribu malaikat yang ikut berkumpul mendoakan. Sampai-sampai menutupi cahaya matahari dan terlihat redup,” tambah Kiai Jamal.

Kiai Jamal mengatakan dari kisah sahabat Muawiyah ini dapat ambil kesimpulan tentang pentingnya setiap individu memiliki zikir yang diamalkan setiap hari. Zikir tersebut terserah setiap orang. Selama itu dalam kategori kalimat baik. Bisa juga diambil dari ayat Al Quran dan hadits nabi.

“Mugi Allah paring kita saget zikir dalam setiap keadaan,” tandasnya.

Pewarta: Syarif Abdurrahman
Publisher: RZ

SebelumnyaUKM Teater Mbureng Unhasy, Sediakan Mahasiswa Ruang Berekspresi
BerikutnyaRomantisme Tuhan dan Ibadah Manusia