
Tanda Cinta yang Sering Kita Salah Pahami
Dalam hidup ini, ada masa ketika kita sudah berdoa sekuat tanaga tanpa henti-hentinya, menangis di setiap malam harinya, bahkan merasa tak ada lagi kata yang bisa diucap namun doa itu belum juga terjawab. Seolah langit diam, dan hati mulai bertanya: “Apakah Allah tidak mendengarkanku?”
Padahal, tidak ada satu pun doa yang luput dari pehatian Allah yang maha pengasih dan penyayang itu. Ia bahkan mendengar setiap bisikan hambanya bahkan sebelum bibir kita bergerak untuk meminta. Hanya saja, jawabannya tidak selalu datang dengan cara dan waktu yang kita mau. Kadang, penundaan itu bukan penolakan atau sebuah hukuman, melainkan bentuk cinta yang lebih dalam daripada yang bisa kita pahami dengan bahasa awamnya manusia ini.
Baca Juga: Teruslah Berdoa Hanya Kepada Allah
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah 216:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ ٢١٦
“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Baca Juga: Teruslah Berdoa, Allah Akan Mengabulkan
Ayat di atas menjadi pengingat kepada kita, bahwa kasih sayang Allah tidak selalu berbentuk pemberian cepat. Kadang justru melalui penundaan dan kehilangan, Allah sedang mendidik hati kita untuk menjadi lebih matang lagi, lebih sabar, dan lebih mengenalnya.
Sebab setiap kali doa terasa belum dijawab, sebenarnya Allah sedang mengajarkan tiga hal: keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan. Keikhlasan agar kita mencintainya bukan karena pemebriannya, tetapi karena siapa dia. Kesabaran agar kita tetap tennag ketika hasilnya belum terlihat. Dan keyakinan agar kita percaya, setiap takdir nya mengandung kebaikan yang belum kita menegrti.
Sayangnya, manusia sering menilai doa dari hasilnya saja, bukan dari prosesnya. Kita merasa gagal ketika permintaan tak Kabul, padahal bisa jadi justru saat itu Allah sedang “mengabulkan” doa lain yang lebih penting, doa agar hati kita kuat, agar kita tidak tergelincir pada kesombongan, atau agar kita tahu rasanya berharap kepadanya.
Imam ibnul qayyim pernah berkata, ketika Allah menunda jawaban doamu, sebenarnya dia ingin memperpanjang percakapanmu dengannya.” Betapa indah makanya, bahwa doa bukanlah sekedar sarana meminta, tapi ruang untuk mencintai dan dikenal oleh rabb yang maha lembut.
Doa yang belum dikabulkan juga searing kali menjadi cermin keikhlasan. Apakah kita masih berdoa ketika harapan itu tak kunjung datang dan diberi? Apakah kita masih menyebut nama Allah dengan tennag, atau justru mulai marah pada takdir? Di titik itu, terlihat siapa yang benar-benar percaya bahwa Allah adalah al-hakim, sang maha bijaksana.
Baca Juga: Bolehkah Mengusap Tangan ke Wajah setelah Berdoa?
Menunggu jawaban doa memang berat. tapi ketahuilah, setiap air mata yang jatuh saat bersujud tidak pernah sia-sia. Mungkin karena Allah belum mengabulkan apa yang kita minta, karena ia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik atau bahkan sedang menyelamatkan kita dari hal yang tidak kita sangka sebelumnya.
Jadi, saat doa terasa lebih lama, jangan buru-buru kecewa. Jangan berhenti memohon, karena yang menunda bukan berarti lupa pada kita. Justru di saat-saat itulah Allah sedang rindu untuk bercanda dan bercengkrama agar lebih dekat. Ia menunggu kita benar-benar yakin, bahwa tanpa jawaban pun, kita tetap memilih berdoa.
Ketenangan seorang muslimah tidak akan datang dari cepatnya doa yang dikabulkan, tapi dari keyakinan bahwa asetiap keputusan Allah adalah bentuk cinta paling terbaik yang harus diterima dengan lapang dada.
Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary


















