sumber foto: https://1.bp.blogspot.com/-H09PqegXmuU/VsvPOWX4yFI/AAAAAAAAClA/QoMzts_zoEY/s1600/wpid-fb_img_1439909984600.jpg

Oleh: KH. Fawaid Abdullah*

Melanjutkan kisah tentang Salafus Shalih sungguh, mereka telah membuka cakrawala dunia, alam semesta. Dari Afrika Utara sampai Maroko dan Eropa Selatan, dari Iran sampai Hindia dan Asia Tengah.

Dengan kehebatan Salafus Shalih itu, mereka mendirikan kerajaan-kerajaan, ada yang jadi hakim, qadli di berbagai pelosok negeri. Menegakkan keadilan, menjauhi penyelewengan-penyelewengan dan kezaliman-kezaliman. Menegakkan yang haq dan kemakmuran rakyat dan umatnya.

Ya, mereka berjuang dengan sepenuh hati. Mereka adalah sebaik-baiknya umat, Khaira Ummah, Ukhrijat Linnas Yakmuruna bil Ma’ruf wa Yanhauna ‘anil Munkar wa Yusari’uuna ilal Khairaat.

Para Salafus Shalih ini sangat bermanfaat untuk manusia diseluruh alam semesta ini. Dengan ilmu dan akhlak serta hasil karyanya. Peradaban ilmu di dunia ini terpancar keseluruh alam. Mercusuar ilmu muncul di berbagai belahan dunia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Berbeda dengan generasi berikutnya. Banyak yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya. Saling berbeda dan berkhianat diantara sesamanya. Generasi ini dinamakan masa khalaf. Dinamakan khalaf karena perbedaan-perbedaan pendapat, khilafiyah begitu sangat kuat dan meruncing pada masa itu. Oleh karena itu dinamakan masa Ulama Khalaf, 300 tahun setelah hijrahnya Baginda Nabi.

Ketahuilah bahwa tidak ada masa yang lebih mulia dan hebat dibanding masa awal kenabian, masa hidupnya Baginda Nabi. Kemudian masa setelahnya, yaitu masa Sahabat Nabi. Masa Abu Bakar RA, masa sahabat Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Sahabat Ali bin Abi Thalib.

“Wahai Generasi Muda, Ketahuilah. Umat menunggumu! Umat memanggilmu! Jadilah kalian sebagai generasi yang mampu menjawab tantangan Umat, mampu beramal dan bekerja untuk kemaslahatan-kemaslahatan Umat. Ketahuilah, bahwa kalian tidak akan hidup mulia kecuali kalian memang membawa kehidupan umat itu menjadi mulia. Maka dari itu mantablah kalian ini untuk selalu beramal baik, karena dengan amal baiklah maka kehidupan yang bahagia itu dapat diraih.”

Wallahu A’lam


*Santri Tebuireng 1989-1999, Ketua Umum IKAPETE Jawa Timur 2006-2009, saat ini sebagai Pengasuh Pesantren Roudlotut Tholibin Kombangan Bangkalan Madura.


Disadur dari kitab Irsyadul Mukminin, karya Allahyarham Gus Ishom Tebuireng yang Legendaris.

SebelumnyaHikmah Silaturahim Lebaran Bersama Gus Sholah
BerikutnyaTantangan Aswaja di Masa Depan