
Rindu diantara Gema Takbir
Dari toa-toa masjid mengalun merdu
Pujian takbir yang menggema
Ada rindu yang tak bisa lagi bertemu
Tersangkut di doa-doa yang lirih
Berdiri diambang kenang
Membawa cerita, luka dan secuil harapan
Nama mu hampir samar dalam doa
Belajar ikhlas dengan merelakan
Kemenangan yang Sunyi
Telah ditempa dalam bulan Ramadhan
Dengan lapar dan rangkaian doa
Idul Fitri adalah simbol perayaan
Dari kemenangan yang sunyi
Saat hati mampu menahan
Dan memilih jalan ilahi
Maka itulah kemenangan sejati
Tidak riuh, tetapi selalu tumbuh
Saat selalu istiqomah
Setelah Idul Fitri
Di Balik Takbir
Takbir bukan hanya suara
Bukan hanya sebagai peringatan hari raya
Ia adalah pengakuan dan peringatan
Bahwa tiada yang lebih besar
Selain engkau, Tuhan
Namun seringkali manusia merasa ‘besar’
Padahal benar-benar kecil
Renungkanlah, bahwa takbir bukan hanya menggema di lisan
Namun juga mampu bergetar dalam hati
Yang Kembali Teduh
Angin Ramadhan telah berlalu
Tapi sejuknya masih sangat terasa
Di hati yang kembali teduh
Setelah lama hampa gelisah
Bersyukur menjadi pengingat
Banyak nikmat yang tak terbilang
Dan banyak doa yang tak pernah usai
Karena setiap harap
Akan selalu kembali pada-Mu
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary


















