Pengurus Putra Delta foto bersama KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik usai acara pengajian umum dalam rangka Halal bi Halal dan Temu Alumni di kediaman Muhammad Muti’ilah Ds Tenggulunan Perum Mega Asri, Lapangan RT28, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo pada Ahad (02/07/2017). (Foto: Panitia).

Tebuireng.online— Sidoarjo- Halal bi Halal (HBH) alumni dan santri Pesantren Tebuireng di daerah-daerah juga dilaksanakan di Sidoarjo Jawa Timur. Organisasi Daerah (Orda) Keluarga Besar Santri Kabupaten Sidoarjo, Putra Delta dan Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) mengadakan acara Halal bi Halal dan Temu Alumni di kediaman Muhammad Muti’ilah Ds Tenggulunan Perum Mega Asri, Lapangan RT28, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo pada Ahad (02/07/2017).

Acara dimulai dengan jalan sehat bersama masyarakat sekitar pada pagi harinya. Malam harinya panitia mengadakan pengajian umum dengan mengundang dua penceramah, Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan dan KH. Falaqul Alam dari Mojokerto. Mewakili Pesantren Tebuireng, KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik juga hadir untuk menyampaikan sambutan.

Pada acara puncak, turut hadir Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Sidoarjo H. Ahmad Muzakki beserta jajaran pengurusnya, pengurus Orda Putra Delta, para alumni dan santri Pesantren Tebuireng, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Tenggulunan.

Gus Fahmi, sapaan akrab beliau, menyampaikan beberapa pesan menarik kepada hadirin, termasuk asal-asal usul Halal bi Halal yang digagas oleh KH. Wahab Chasbullah pada 1948 dan hakikat silaturahim. Menurut Gus Fahmi, silaturahim penting guna memperkokoh kekeluargaan dan kemasyarakatan.

Untuk itu Gus Fahmi berpesan agar para alumni dan santri Pesantren Tebuireng agar terus menjaga silaturahim guna membina persatuan dan memupuk kecintaan terhadap almamater, agama, dan bangsa Indonesia.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Penceramah pertama, Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan mengungkapkan Halal bi Halal yang merupakan budaya asli warga muslim di Indonesia merupakan momen penting yang harus dilestarikan. Hal itu karena Halal bi Halal dapat mempertemukan sesama muslim dalam keharmonisan.

Mauidhah hasanah kedua disampaikan oleh KH. Falaqul Alam (Gus Faliq) dari Dawar Blandong Mojokerto. Mubaligh kondang itu menjelaskan bahwa Halal bi Halal merupakan momen yang harus dilestarikan dan dijaga untuk menjalin ukhuwah antara para santri, alumni, dan masyarakat. “Jangan banggakan hasilmu atau kesuksesanmu, tapi seberapa besar jasa yang kau berikan ke almamater,” pesan Gus Faliq.


Pewarta:            Ali Mustofa

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaHalal bi Halal CPISA, Lestarikan Seni Islam Lewat Festival al-Banjari
BerikutnyaHabiburrahman El Shirazy dan Bupati Jepara Hadiri Halal bi Halal Orda Kesis