Sumber: polri.go.id

Tebuireng.online– Kombes Pol. Muhammad Taslim Chairuddin, S.I.K., M.H., Direktur Lalu Lintas Polda Jatim bersilaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Selasa (20/09/2022). Kunjungan ini dalam rangka Road Show Wawasan Kebangsaan dari Perspektif Lalu Lintas sebagai pembekalan kepada santri dan santriwati tentang disiplin berlalu lintas. Mengusung tema “Polaritas Yang Presisi Pulih dan Bangkit Bersama Menuju Indonesia Maju”, acara bertempat di lantai 3 gedung Yusuf Hasyim.

Sebelum mengawali pembahasan terkait wawasan lalu lintas beliau menyampaikan harapan besar kepada seluruh santri  Tebuireng agar bisa berbagai tantangan ke depannya anak yang  akan dihadapi. “Saya harap kalian semua yang akan menggantikan posisi saya 25 tahun ke depan, jadi bersungguh-sungguh dalam hal belajar man jadda wajada.  Karena menurut prediksi, Indonesia pada tahun 2020-2030 akan terjadi bonus demografi di mana kondisi kependudukan yang menunjukkan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada jumlah penduduk usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun),” jelas beliau.

Menurutnya, untuk mampu bersaing dengan era kemajuan dan era perubahan menjadi tugas kita semua. Wawasan lalu lintas merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui dan dilaksanakan  demi tercapainya kesejahteraan bersama.

Selain itu, lanjutnya, ada beberapa poin tentang tujuan negara berdasarkan hukum, yaitu hukum sebagai solusi atas perbedaan kepentingan, budaya, suku, ethis, ras, agama bahasa, daerah dan lain sebagainya. Hukum sebagai alat kontrol sosial. Hukum sebagai alat menyelesaikan masalah di tengah masyarakat dan peradaban sehingga tercapainya tujuan negara hukum. Hukum sebagai alat pembinaan masyarakat.

“Maka dari itu, mematuhi aturan lalu lintas itu harus kalian lakukan, karena semuanya  akan terlihat lebih indah dan rapi serta salah satu bentuk menghargai aturan hukum yang ada,” ungkap mantan Kasubdit STNK Direktorat Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di samping itu, beliau menyampaikan bahwa di Jawa Timur tanpa kita sadari setiap hari kurang lebih 15 orang mati sia-sia akibat kecelakaan, yang usianya dari 16-60 tahun. Sehingga banyak usia produktif terputus, kesempatan belajar tidak ada dan lapangan pekerjaan terputus, sehingga menyebabkan terjadinya kemiskinan dan kebodohan semakin banyak.

“Saya harap kalian akan mematuhi aturan lalu lintas dengan baik. Utamakan kebaikan bukan kebenaran karena baik itu pasti benar sedangkan benar belum tentu baik,” harapnya.

Acara  diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata dari Dirlantas Polda Jawa Timur kepada Pesantren Tebuireng yang diwakili oleh Mudir Bidang Pendidikan Pondok, H. Lukman Hakim dan  Mudir bidang Pendidikan Sekolah, H. Khusnadi Sa’id.


Pewarta: Adawiyah

SebelumnyaMenjawab Anggapan Malapetaka Rebo Wekasan
BerikutnyaBerjalan Lancar, FAI UNHASY Adakan Sosialisasi Penulisan Skripsi