Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz beri sambutan saat prosesi wisuda ke-9 Mahad Aly di aula Yusuf Hasyim Tebuireng. (foto: ayong)

Tebuireng.online— Pada acara prosesi wisuda Marhalah Ula yang ke-9, Mahad Aly Hasyim Asy’ari, Ahad (24/9) pagi di aula Yusuf Hasyim, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memberi sambutan dan menceritakan tentang perjalanan Mahad Aly dan Pesantren Tebuireng di depan 63 wisudawan.

Dalam pagelaran wisuda ke-9 itu, Gus Kikin menyatakan bahwa apa yang sudah dijalani selama ini khususnya di Pesantren Tebuireng merupakan bagian dari perjalanan Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

“Kemudian itu dilanjutkan dengan berturut-turut oleh pengasuh sampai kepada KH. Yusuf Hasyim dan KH. Salahuddin Wahid, dimana lahirnya Ma’had Aly ada diantara kepengasuhan beliau berdua yaitu di tahun 2006,” ungkap Yai Kikin.

Menurut beliau, Ma’had Aly menempuh perjalanannya cukup panjang, sejak tahun 2016 Ma’had Aly mendapatkan izin sehingga dapat mewisuda dan sampai sekarang sudah wisuda yang ke-9.

Para wisudawan Mahad Aly Hasyim Asy’ari saat ikuti prosesi wisuda di gedung Yusuf Hasyim, Ahad (24/9).

“Dan yang menggembirakan juga pada tahun ini kita sudah membuka Marhalah Tsaniyah (M2/S2), ini menjadi satu jenjang lagi setahap demi setahap Ma’had Aly dan kami kembangkan terus keilmuan di Pesantren Tebuireng ini yang dimulai KH Muhammad Hasyim Asy’ari itu menjadi rujukan,” imbuh Cicit Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Seringkali saya sampaikan, lanjut beliau, “marilah kita sama-sama membuka dan membaca turots yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari karena dari situ kita akan tahu kedepan lagi apa yang harus kita lakukan, karena banyak tulisan beliau yang masih belum kita pahami.” Pungkasnya.

Pada acara prosesi wisuda ke-9 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng ini, turut hadir pimpinan Pesantren Tebuireng, Pimpinan civitas Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, dzurriyyah KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, dan Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Akyar yang memberikan mauidah hasanah.

Pewarta: Noerdin