Gus Fahmi Apresiasi Para Santri Kilatan di Tebuireng

625
KH. Fahmi Amrullah Hadzik menyampaikan sambutan atas nama qari’ kitab pengaian kilatan Ramadan dalam penutupan kegiatan Ramadan di Pesantren Tebuireng, Ahad (11/07/2017). (Foto: Kopi Ireng).

Tebuireng.online—  Seiring Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Ramadan 1438 H., Pesantren Tebuireng mengadakan Pengajian Umum pada Ahad (11/06/2017). Pada kesempatan kali ini, mewakili para qari’ kitab, Drs. KH. Agus Fahmi Amrullah atau yang biasa disapa Gus Fahmi menyampaikan terima kasih atas antusiasme santri dalam mengikuti pengajian.

Gus Fahmi menyampaikan banyak terima kasih pada pesantren tebuireng dan para santri yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti pengajian bulan Ramadan ini. Adik Almarhum Gus Ishom Hadzik ini berharap semoga para santri mendapatkan ilmu yang manfaat. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam kegiatan pengajian bulan Ramadan ini banyak kesalahan.

“Sebagai manusia biasa, manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan, saya mewakili seluruh Qori’ memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam kegiatan pengajian bulan Ramadan ini banyak kesalahan yang kami perbuat berupa apapun, berupa kata, berupa istilah dan makna,” ucap Gus Fahmi.

Gus Fahmi juga memberikan apresiasi kepada santri-santri kilatan di Tebuireng yang datang jauh-jauh untuk mengikuti pengajian Ramadan. Mereka telah mengikuti pengajian dari awal hingga akhir pengajian Ramadan yang ditandai dengan ikut mengkhatamkan kitab yang mereka pilih, seperti Shahih Muslim, at-Tibyan di Adabi Hamalati Al-Quran, Misykat al-Anwar, dan beberapa kitab lainnya.

“Saya tidak tahu ada yang kilatan tadi, nggak tahu yang sambutan tadi, apakah alumni atau bukan, tapi kalau namanya santri kilat, ia datang jauh-jauh dari Demak, syukur. Ini adalah hal yang luar biasa sehingga layak diberikan kehormatan naik di panggung ini menyampaikan sambutan,” lanjut Ketua MWC NU Diwek itu.

Terakhir, Gus Fahmi juga berdoa agar para santri yang akan melakukan perjalanan pulang, sampai di rumah dengan selamat dan nantinya dapat kembali ke pesantren tapat waktu dan baik-baik saja. Gus Fahmi juga menitipkan salam kepada orang tua mereka di rumah.

  dr. H. Fahmi Djafar Saifuddin, Pejuang Tanpa Padam

Pewarta:   M. Falikh Rifqi.

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin