Gelar Wisuda Purnasiswa, Tebuireng Lepas 879 Wisudawan Tingkat SD dan SLTP

82
Para pimpinan menghadiri wisuda tingkat SD dan SLTP Pesantren Tebuireng (foto: bakhit)

Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng menggelar Wisuda Purnasiswa Unit Pendidikan tingkat SD dan SLTP di lapangan SMA A Wahid Hasyim Tebuireng, pada Sabtu (23/5/2026). Wisuda kali ini meluluskan 879 siswa dari 5 unit pendidikan diantaranya SDI Tebuireng Ir. Soedigno, MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, SMP A Wahid Hasyim, MTs Sains, dan SMP Sains.

Baca Juga: Tebuireng dan Warisan Keikhlasan

Dalam suasana yang penuh haru, Archie Javas Nararya selaku perwakilan wisudawan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah terkhusus Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz.

“Di Pondok Pesantren Tebuireng, kami tidak hanya belajar tentang hafalan Nahwu, Shorof, Hadis, ataupun pelajaran umum seperti Matematika dan IPA. Kami juga diajari bagaimana bertahan, berproses, dan mandiri. Guru-guru kami mengajarkan bahwa ilmu tanpa adab adalah sia-sia, dan adab adalah mahkota yang harus kami jaga selamanya,” ujar Archie.

Pada kesempatan itu juga, mewakili para wali wisudawan, Dr. Muhammad Hasanuddin Wahid sekaligus Bendahara Umum Presidium Nasional IKAPETE menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pimpinan dan segenap guru Tebuireng. Beliau menyoroti perubahan perilaku dan akhlak pada siswa selama menempuh pendidikan di Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

​”Tidak ada santri bekas atau siswa-siswi bekas Tebuireng. Sekali Anda menjadi santri di sini, maka Anda selamanya akan menjadi santri Tebuireng,” pesannya.

Baca Juga: Wisuda Santri Tebuireng, Momen Menggali Warisan Keilmuan Hadratussyaikh

Suasana Wisuda purnasiswa SD dan SLTP Pesantren Tebuireng Jombang

Selanjutnya, dalam laporan pendidikan yang disampaikan oleh Mudir II Pesantren Tebuireng, H. Muhammad Hasyim, M.A atau Gus Hasyim, menekankan wisudawan untuk memegang nasihat dari Imam Syafi’i bahwa eksistensi seorang pemuda diakui oleh dua hal, yakni bil ilmi wat tuqo dengan ilmu dan ketakwaan.

“Jika dua hal itu tidak ada dalam jiwa anak muda, maka tidak akan dianggap eksistensinya,” tekan Gus Hasyim.

Kemudian, dalam amanah Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfud yang diwakili oleh Anggota Dewan Pembina Yayasan, KH. Abdul Hadi Yusuf. Beliau mengingatkan kepada wisudawan agar jangan pernah gengsi berterima kasih kepada orang tua.

Baca Juga: Tebuireng Gelar Wisuda Binnadhor dan Takhasus, Ini Daftar Santri Raih Predikat Mumtaz

“Lembaga ini besar bukan hanya karena barokah para pendiri dan kesungguhan guru, tetapi juga karena melihat perilaku dan akhlak alumninya di tengah masyarakat,” tegas Gus Didik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng.

Sebelum ke acara puncak, acara diramaikan dengan penganugerahan penghargaan kepada para siswa berprestasi dari masing-masing unit pendidikan.

Selanjutnya, acara diisi dengan ceramah ilmiah dari Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta, Dr. K.H. Muhammad Faiz Sukron Makmun, Lc., M.A. Dalam ceramahnya, mengajak para wisudawan untuk mengerti metode atau mengikuti perkembangan zaman.

“Santri Tebuireng SMP Sains nanti menjadi pelopor bagaimana membawa norma Al-Qur’an pada etika kedokteran. Bagaimana membuka aspek ilmu pengetahuan yang ada di dalam hadis dibawa ke ranah sains. Hari ini kita hidup di zaman yang berbeda. Zaman ini kejam. Kalau kita tidak melakukan inovasi, perubahan, maka kita akan dimakan zaman,” tegasnya.

Suasana semakin haru saat memasuki acara puncak yakni prosesi wisuda. Setiap siswa dipanggil ke atas podium untuk diberikan kenang-kenangan, bermushofahah dengan para asatidz lalu diakhiri dengan sungkeman. 

Hadir dalam acara wisuda, Bunyai Lelly Lailiyah Hakim, para Mudir Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hadi Yusuf Anggota Dewan Pembina Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari, Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A, para guru, wali siswa, dan tamu undangan lainnya. Namun, wisuda kali ini, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, berhalangan hadir secara langsung di tengah-tengah wisudawan karena sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Rangkaian acara wisuda ini ditutup dengan foto bersama para wisudawan, wali wisudawan serta para guru atau asatidz sambil diiringi gambus El Fatah yang mencairkan suasana.



Pewarta: Bakhit Jauharullaudza

Editor: Rara Zarary