
Swastamita
Ukiran sajak nan indah
Asri tiada saing
Jingga menyala
Dan angin menyapu wajah
Dalam tatapan hening
Sayangnya itu fana
Penghibur semata
Melegakan pandang
Dari hal-hal yang belum rumpang
Sang Penjilat Ludah
Perasaan itu tidak ada, katamu
Bagimu, seolah-olah itu fitnah besar
Pematik agar bertengkar
Hingga dapat menyuap egomu
Nyatanya kau menjadi pemenang
Diantara banyak pilihan
Dan kau tujuannya
Selamat menjilat ludahmu sendiri
Nikamtilah kenikmatannya
Di balik jendela
Kian menusuk kuat
Rintik hujan kutatap
Terbayang akan semua kenang
Renjana enggan lepas
Padahal tak ingin bersama
Tak ingin saling miliki
Karena ego dan gengsi saling menguasai
di balik jendela
aku mendekap
bertanya tanya pada setiap rintik hujan
akankah angin sampaikan rindu ini?
(M)asing-masing
Di penghujung cerita
Kita sepakat menutup dengan masing-masing
Perlahan asing
Tanpa kabar berita
Kau memilih bersama pilihanmu
Daksa dan atmamu bukan untukku
Dan kau bukan si pembagi tulang rusuk itu
Kau berhasil membangkitkan senandika
Selamat!
Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary


















