Dunia di Luar Jendela

49
Ilustrasi pemandangan di luar jendela

Swastamita
Ukiran sajak nan indah
Asri tiada saing

Jingga menyala
Dan angin menyapu wajah
Dalam tatapan hening

Sayangnya itu fana
Penghibur semata
Melegakan pandang
Dari hal-hal yang belum rumpang

Sang Penjilat Ludah
Perasaan itu tidak ada, katamu

Bagimu, seolah-olah itu fitnah besar
Pematik agar bertengkar
Hingga dapat menyuap egomu

Nyatanya kau menjadi pemenang
Diantara banyak pilihan

Dan kau tujuannya
Selamat menjilat ludahmu sendiri
Nikamtilah kenikmatannya


Di balik jendela
Kian menusuk kuat
Rintik hujan kutatap

Terbayang akan semua kenang
Renjana enggan lepas
Padahal tak ingin bersama

Tak ingin saling miliki
Karena ego dan gengsi saling menguasai

di balik jendela
aku mendekap
bertanya tanya pada setiap rintik hujan
akankah angin sampaikan rindu ini?


(M)asing-masing

Di penghujung cerita
Kita sepakat menutup dengan masing-masing
Perlahan asing
Tanpa kabar berita

Kau memilih bersama pilihanmu
Daksa dan atmamu bukan untukku
Dan kau bukan si pembagi tulang rusuk itu
Kau berhasil membangkitkan senandika
Selamat!



Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online