Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Serahkan Bantuan Videotron untuk Pesantren Tebuireng

63
Pengasuh Pesantren Tebuireng bersama jajaran Mudir Tebuireng meninjau lokasi terpasangna Videotron di area maqbarah Tebuireng (foto: zidan)

Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng kembali menerima dukungan dari perusahaan besar, kali ini dari Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, salah satu perusahaan minuman terbesar di dunia. Bantuan yang diberikan berupa videotron yang difungsikan sebagai media edukasi pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat (7/11/2025) di kawasan wisata religi Pesantren Tebuireng, dan diresmikan langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz. Kegiatan ini turut melibatkan Bank Sampah Tebuireng (BST), Unit Kebersihan dan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP), serta perwakilan dari berbagai organisasi santri Pondok Putra Pesantren Tebuireng.

Dalam sambutannya, Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, menyampaikan bahwa videotron ini akan digunakan untuk menayangkan berbagai video edukasi terkait kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Kearifan Lokal dalam Tata Kelola Bank Sampah Tebuireng (BST)

“Kami berharap videotron ini dapat menjadi sarana edukasi tentang pengelolaan sampah. Karena sejatinya, kita semua mendapatkan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa bumi ini hanyalah rumah kontrakan yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Lucia menambahkan, pihaknya berharap keberadaan videotron ini tidak hanya membawa manfaat bagi para santri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Semoga videotron ini dapat membawa perubahan, membantu proses edukasi lingkungan di Pesantren Tebuireng, dan membawa keberkahan, bukan hanya untuk santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lucia menceritakan bahwa ia bersama tim CCEP Indonesia telah berkeliling ke berbagai pesantren di Indonesia untuk bersilaturahmi dan melakukan riset kecil terkait kebersihan lingkungan di lembaga pendidikan berbasis pesantren.

“Sejak 2023 kami berdiskusi bagaimana membantu pesantren mengubah mindset pengelolaan sampah. Dari yang sebelumnya semua sampah dikumpulkan dan dibuang ke TPA, kini mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Gerakan Bersama Atasi Sampah di Pesantren

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada 10 pesantren di luar Tebuireng yang berhasil melakukan transformasi tersebut, seluruhnya dikelola langsung oleh para santri.

“Awalnya kami hanya berharap muncul nilai sosial dari program ini, tapi ternyata juga berdampak pada nilai ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari gerakan ini, CCEP Indonesia juga meluncurkan buku berjudul “Santri Jihad Bumi” pada 28 Oktober 2025, yang berisi kisah dan praktik baik para santri dalam menjaga kebersihan serta mengelola sampah secara kreatif.

Dari hasil pendampingan program tersebut, sejumlah pesantren telah berhasil mengubah sampah menjadi sumber ekonomi. Di antaranya, Pondok Pesantren Lirboyo yang mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp100 juta, dan Pondok Pesantren API Tegalrejo dengan nilai ekonomi mencapai Rp35 juta.

Melalui bantuan videotron ini, Pesantren Tebuireng berharap dapat menjadi contoh dalam gerakan santri peduli lingkungan dan memperkuat semangat eco-pesantren yang mengedepankan nilai kebersihan, keberlanjutan, dan keberkahan.



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary