P3M Jadi Jembatan antara Pesantren Tebuireng dengan Perusahaan Coca-Cola

60
Pengasuh Pesantren Tebuireng dengan pihak Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia foto bersama usai penandatanganan kerja sama (foto: zidan)

Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng baru saja menerima bantuan berupa videotron dari Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, yang bertujuan sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Peresmian bantuan ini dilaksanakan di pintu masuk kawasan wisata religi Pesantren Tebuireng, pada Jumat (7/11/2025).

Videotron tersebut nantinya akan digunakan untuk menayangkan berbagai konten edukatif tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri dan masyarakat sekitar pesantren.

Baca Juga: Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Serahkan Bantuan Videotron untuk Pesantren Tebuireng

Di balik terjalinnya kerja sama antara Pesantren Tebuireng dan CCEP Indonesia ini, terdapat peran penting Pusat Pengembangan Pengelolaan Pondok dan Masyarakat (P3M) Pesantren Tebuireng, yang menjadi penghubung sekaligus pendamping dalam proses kolaborasi.

Direktur P3M, KH. Sarmidi Husna, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya nyata dalam menggerakkan pemberdayaan pesantren melalui pengelolaan sampah yang produktif.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“P3M bersama Coca-Cola Europacific Partners Indonesia berfokus pada pengelolaan sampah dengan cara kerja pemberdayaan. Jadi bukan hanya seminar atau halaqah, tetapi benar-benar pelatihan dan pendampingan agar pesantren mampu mengelola sampah secara mandiri,” terangnya.

Baca Juga: BANK SAMPAH TEBUIRENG (BST)

Kiai Sarmidi menyebutkan, dalam program ini sudah ada sepuluh pesantren yang lebih dulu mendapatkan pendampingan serupa, dimulai dari tahap sowan dan permintaan restu, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan, sosialisasi, hingga pendampingan intensif.

“Sehingga dari awal kami turun langsung sowan, minta restu, adakan pelatihan dan pendampingan sampai benar-benar ada pengelolaan sampah mandiri di pesantren tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, model kerja pemberdayaan seperti inilah yang kini sangat dibutuhkan oleh dunia pesantren.

“Kerja-kerja pemberdayaan inilah yang sebenarnya sekarang dibutuhkan di pesantren. Kalau kita melihat Undang-Undang Pesantren, di sana ada tiga fungsi: tafaqquh fiddin, dakwah, dan pemberdayaan. Nah, fungsi pemberdayaan ini masih sangat minim dijalankan, bahkan kurang diperhatikan oleh Kementerian Agama,” ungkapnya.

Baca Juga: RS Hasyim Asy’ari Terima Bantuan Alat Operasi dari BCA

Lebih lanjut, Kiai Sarmidi menegaskan bahwa program pemberdayaan ini sudah diusulkan kepada pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli pada pesantren agar dapat diimplementasikan lebih luas.

“Kami mengajak semua pihak, ayo ke pesantren dengan membawa program pemberdayaan. Dalam hal pengelolaan sampah ini misalnya, kami tidak turun langsung memilah sampah, tapi melibatkan pesantren agar bisa mengelola sendiri. Hasilnya pun dinikmati oleh pesantren,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Pesantren Tebuireng, P3M, dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, diharapkan gerakan peduli lingkungan ini menjadi bagian dari dakwah sosial dan pemberdayaan pesantren yang berkelanjutan sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.



Reporter: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary