sumber gambar: tribun

Oleh: Rafiqatul Anisah*

Menangis bukan berarti lemah, bukan pula menunjukkan tak punya daya. Menangis merupakan salah satu bentuk seseorang mengekspresikan kesedihan maupun kebahagiaan. Seseorang ketika bersedih, menjadikan menangis sebagai salah satu media bentuk meluapkan segala keluh kesah dalam diri, sehingga dapat meringankan beban yang dirasa.

Sedih itu sendiri merupakan fitrah manusia yang diberikan oleh Allah SWT. Ketika diberikan kesedihan itu tandanya kita masih memiliki hati yang peka, hati yang bisa merasakan nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah.

Sejatinya segala sesuatu dalam hidup telah diatur sesuai porsinya masing-masing. Ada kalanya di atas, ada kalanya di titik terendah. Ada kemudahan, ada kesulitan. Ada pula kebahagiaan dan kesedihan. Semua itu tak lain merupakan berbagai bentuk kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Terlepas dari siapa dan apapun itu, terkadang kita tidak sadar bahwa kesedihan itu diciptakan oleh diri sendiri. Dan segala sesuatu tidak akan bisa dialihkan jika tidak dimulai dari diri sendiri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Diterangkan dalam buku “Ya Allah Tolong Aku” karya A.K, ada beberapa saran, nasihat, serta tips-tips membuang jauh kesedihan yang masih bersemayam agar tidak sedih berkepanjangan.

Pertama jangan (terlalu) menyesali yang sudah terjadi. Seringkali kita mendengar quotes “yang lalu biarlah berlalu”. Artinya yang sudah terjadi biarlah terjadi, tidak perlu disesali karena kita tidak akan pernah bisa mengulangi kembali. Yang lalu cukup dijadikan sebagai pijakan agar bisa memperbaiki. Sebab kita akan hidup di masa depan.

Kedua sibukkan diri. Menyibukkan diri dengan hal – hal yang disukai akan lebih mudah untuk melupakan kesedihan. Sebab ada banyak cara untuk bahagia, maka jangan hanya terpaku pada satu sisi saja.

Ketiga mencari dunia baru. Agar tidak monoton itu-itu saja. Penting kiranya mencari hal-hal baru. Kalau perlu keluar sejejenak dari rutinitas, sebab rutinitas itu terkadang membosankan.

Keempat jangan memikirkan orang lain, belajar cuek, jangan berharap terlalu banyak. Yang seringkali terjadi memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan. Padahal yang paling tahu tentangmu adalah dirimu sendiri bukan orang lain.

Kelima manjakan diri, tertawa bahagia, dan menikmati hidup karena perjalanan masih panjang.

Allah SWT berfirman dalam (surat At-Taubah: 40) لاتَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا  “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”

Dari penggalan surat At-Taubah: 40 diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagai manusia kita tidak perlu bersedih berkepanjangan, sebab Allah selalu menyertai kita. Dan Allah tidak akan menguji seseorang sesuai dengan kesanggupanya, sehingga akan menemukan hikmah di baliknya.

*Alumnus Mahad Aly Hasyim Asy’ari.

Sebelumnya4 Kriteria Manusia Menurut Imam Ghazali
BerikutnyaKenangan Bernisan Luka