Wildan Zuhdi (kiri) bersama Kapolres Jombang dan tim Kudaireng usai menerima hadiah sebagai juara 3 seleksi Dai 3000 Pondok Pesantren se-Jatim di Polres Jombang. (Foto: Ali Mustofa)

Tebuireng.online— Santri Tebuireng kembali torehkan prestasi di bidang pidato. Salah satu bernama Wildan Zuhri dari Unit Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah berhasil meraih juara 3 tahap seleksi lomba dai-daiyah 3000 Pondok Pesantren se-Jawa Timur 2017 di Polres Jombang pada Jumat (27/10/2017).  Dalam event yang diadakan  oleh Polda Jatim itu, Wildan mengangkat tema bahaya narkoba di kalangan pemuda.

Dalam pidato berdurasi 7 menit itu, santri kelas X MASS itu mengungkapkan tentang narkoba yang sudah menjakah remaja, bahkan anak-anak. Hal itu, menurutnya dapat merusak generasi muda bangsa yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin negeri ini. “Pemuda zaman sekarang adalah pemimpin di masa depan. Kalau pemudanya saja pecandu narkoba, bagaimana nanti menjadi pemimpin di masa depan,” ungkapnya ketika diwawancarai wartawan Tebuireng Online.

“Parah sekarang. Indonesia kan parahnya narkoba. Kalau dulu cuma artis, orang-orang dewasa, dan pejabat tinggi yang bisa beli narkoba, tapi sekarang pun tingkat SD sudah mengkonsumsi narkoba,” ungkapnya ketika ditanya soal alasan memilih tema narkoba.

Dengan pencapaian ini, Wildan merasa mendapatkan pengalaman yang berharga dari perlombaan ini. Pasalnya ia pertama kali mengikuti lomba pidato itu mewakili Kumpulan Dai Tebuireng (Kuda Ireng). Alumnus MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng itu, menjadi terbaik ketiga dari sekitar 85 peserta dari tingkatan remaja dengan usia maksimal 15 tahun.

Apabila sesuai ketentuan, juara 1 lah yang akan dikirim mewakili Jombang untuk melaju ke tingkat Jawa Timur. Namun, hal itu masih belum pasti, sebab ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pengiriman delegasi. Untuk itu, ia mengungkakan, jika lolos ke tingkat Jatim, ia akan menyampaikan tiga tema pilihan yang disediakan panitia sekaligus, yaitu narkoba, terorisme, dan Kamtibmas.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, ketiga materi itu saling berhubungan satu sama lainnya.  Baginya, Kamtibmas akan terwujud dengan baik, jika pemuda dapat menempatkan diri pada fungsinya menciptakan lingkungan yang positif, nyaman, dan penuh semangat. Namun, jika pemuda dan remaja terkena narkoba yang berujung pada kerusakan generasi, dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Begitu pula dengan terorisme yang dapat mengganggu stabilitas lingkungan masyarakat dan negara.

Pembina Kuda Ireng, Ustadz Ali Mustofa menjelaskan bahwa juara yang diraih oleh Wildan Zuhdi merupakan prestasi ke 108 yang diraih oleh Kuda Ireng sejak 2008. Ia menjelaskan, sebenarnya Wildan dapat meraih prestasi lebih tinggi dalam ajang ini, tetapi karena tidak mengikuti Technical Meeting (TM) banyak tertinggal informasi terbaru, seperti batas usia dan tema pidato.

Informasi awal usia maksimal adalah 18 tahun, namun dalam TM ditentukan maksimalnya 15 tahun. Selain itu, dugaan awal peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema yang ditentukan. Namun, disepakati pada saat TM, peserta harus menerangkan tiga-tiganya sekaligus. Menurutnya, tentu hal itu berimbas pada penilaian juri. Namun, ia mengaku tetap bersyukur dengan pencapaian anggotanya tersebut.


Pewarta:            Umdatul Fadhilah

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaPC Pergunu Adakan Pelatihan Guru Matematika Tingkat SMP/MTs Se-Jombang
BerikutnyaPK PMII Darul Ulum Lakukan Refleksi Hari Sumpah Pemuda