
Amal Ibadah Jadi Penyangga
Bernapas tak selamanya
Bersuka ria tak sepanjang masa
Ingat akhir dunia,
Hanya amal ibadah kelak yang jadi penyangga
Harta tak dibawa mati
Maslahatkanlah untuk menyelamatkan diri
Dengan berbagi,
Dengan memberi,
Pada perut-perut kosong yang sukar terisi
Hidup yang tak terprediksi ujungnya
Hendaklah tak diisi dengan yang sia-sia
Setiap langkah,
Setiap jejak yang tertinggal,
Sepatutnya dilalui untuk menjalankan segala perintahNya
Relasi Terbaik
Tiada hidup yang abadi
Janganlah sibuk membangun relasi yang tak berarti
Relasi demi jabatan,
Relasi demi harta kekayaan,
Tiada artinya untuk keselamatan
Relasi terbaik bagi manusia
Hanya kepada Yang Maha Kuasa
Sebab, dunia akhirat adalah kepunyaanNya
Janganlah merendah-rendah pada manusia
Sebab, statusnya sesama hamba
Hanya kepada Tuhanlah merendahkan diri sepatutnya
Dunia atas kehendakNya
Akhirat bergantung pada kekuasaanNya
Ibadah adalah Keniscayaan
Udara yang terhirup ialah bentuk cintaNya
Air yang terminum ialah wujud kasihNya
Maka sangatlah durhaka,
Dikala menyembah tergesa-gesa
Dikala bersujud tak berfokus kepadaNya
Ibadah yang hanya sekejap mata
Tak sebanding dengan segala nikmatNya
Mengapa tak mampu dijalankan dengan sehikmat-hikmatnya?
MenyembahNya adalah kewajiban
Beribadah kepadaNya adalah keniscayaan
Jalankan dengan sesungguh-sungguhnya
Dengan upaya semaksimal-maksimalnya
Penulis: Yofi Wahyu Febrian Satria


















