
Pengawal Mahasiswa Baru Tebuireng Center
Tebuireng.online— Jumat 16 Oktober 2025 menjadi hari yang bersejarah bagi keluarga besar Tebuireng. Sepuluh mahasiswa baru Tebuireng Center menginjakkan kaki di Negeri Kinanah, disambut hangat oleh senior-seniornya di Kairo. Momen ini menjadi tonggak penting, karena untuk pertama kalinya pula Tebuireng Center mengadakan acara penyambutan mahasiswa baru Universitas Al-Azhar dengan persiapan matang dan nuansa yang lebih megah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para mahasiswa baru ini merupakan lulusan yang berhasil menembus Universitas Al-Azhar Kairo melalui jalur mandiri. Sebagaimana diketahui, terdapat beberapa jalur untuk memasuki kampus bergengsi tersebut, baik melalui beasiswa maupun jalur mandiri. Tahun ini, Tebuireng Center mencatat sejarah baru dengan keberangkatan sepuluh mahasiswanya yang semuanya lulus melalui jalur mandiri setelah mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh PUSIBA (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab). Proses keberangkatan mahasiswa baru Tebuireng Center kali ini melibatkan kerja sama dengan FISMABA (Forum Ikatan Santri dan Mahasiswa Bahrul Ulum Tambakberas). Organisasi ini telah lama dikenal aktif memberangkatkan santri ke Mesir setiap tahunnya.
“Alhamdulillah, tahun ini Tebuireng bisa berangkat bersama FISMABA. Kami memberangkatkan sepuluh mahasiswa baru, sementara FISMABA sendiri mengirimkan dua belas santri dari Tambakberas,” ungkap salah satu panitia pendamping.
Meskipun Tebuireng Center bukan lembaga yang berfokus pada bidang mediator, jumlah sepuluh mahasiswa baru yang diberangkatkan tahun ini merupakan pencapaian besar. Sebelumnya, para alumni Tebuireng yang melanjutkan studi ke Al-Azhar biasanya berangkat sendiri-sendiri, menempuh jalur yang berbeda, dengan pengalaman dan perjuangan yang beragam. Kini, melalui Tebuireng Center, semangat kebersamaan itu mulai terbangun.
Baca Juga: Sambut Harlah XI, Tebuireng Center Kairo Adakan Mubes dan SPR
Dari sepuluh mahasiswa yang diberangkatkan, satu merupakan alumni Trensains Tebuireng, empat berasal dari Pondok Pesantren Tebuireng Putri, dan lima dari Pondok Pesantren Tebuireng Putra.
Semangat keberangkatan tahun ini rupanya menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Ustadz David Sugiarto, S.Pd., M.Si., selaku Wakil Kepala Kesiswaan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng yang turut mendampingi perjalanan ke Mesir, mengungkapkan optimismenya.
“Ini baru permulaan. Saya sudah mencatat ada sekitar tiga puluh siswa dari berbagai unit Tebuireng yang berniat melanjutkan kuliah ke Al-Azhar tahun depan. MASS Tebuireng akan menjadi poros pemberangkatan siswa ke Timur Tengah,” ujarnya.
Ustadz David menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi sinyal bagi Tebuireng Center Cairo untuk menyiapkan diri sebagai lembaga mediator di masa mendatang. “Senior-senior Tebuireng yang sudah di Kairo harus siap menyambut gelombang baru mahasiswa dari Tebuireng. Ini bukti bahwa Tebuireng kini membuka pintunya lebih lebar untuk melanjutkan kiprah ke dunia internasional,” tambahnya.
Pendampingan Spiritual dan Mental
Dalam perjalanan perdana ke Negeri Kinanah ini, para mahasiswa baru mendapatkan pendampingan langsung dari Ustadz David. Selain sebagai pendidik, ia juga dikenal sebagai hipnoterapis profesional yang telah banyak diundang oleh berbagai instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan, khususnya di Jombang. Pendampingan yang dilakukan bukan sekadar administratif, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan motivasi. Sebelum keberangkatan, Ustadz David memberikan bimbingan pra-studi bagi calon mahasiswa, mendampingi proses tes dan seleksi, memastikan kelancaran administrasi, hingga berkoordinasi dengan Tebuireng Center Cairo, organisasi mahasiswa alumni Tebuireng yang sudah ada di Mesir.
Salah satu kegiatan khas yang diberikan adalah hipnomotivasi, yaitu upaya penguatan mental dan spiritual agar para mahasiswa baru siap menghadapi tantangan kehidupan di negeri rantau.
Baca Juga: Tebuireng Center Kairo Sarasehan dengan Gus Kikin
“Belajar di Al-Azhar bukan hanya soal akademik, tetapi juga perjalanan spiritual. Kami ingin mereka siap menghadapi tantangan, baik dari segi bahasa, budaya, maupun kemandirian,” tutur Ustadz David.
Kedatangan sepuluh mahasiswa baru ini menjadi simbol harapan baru bagi Tebuireng. Dari Jombang ke Kairo, dari pesantren ke pusat ilmu dunia, perjalanan ini menandai babak baru keterlibatan Tebuireng dalam kancah pendidikan global. Kini, Tebuireng Center Cairo diharapkan menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa Tebuireng di Mesir, tempat berbagi, belajar, dan menjaga semangat pesantren di tanah rantau.
Langkah kecil ini mungkin baru permulaan, namun dari sepuluh mahasiswa baru inilah, jejak besar akan bermula. Seperti kata Ustadz David menutup perbincangan, “Tebuireng telah lama melahirkan ulama dan pemikir bangsa. Kini saatnya santri-santri Tebuireng menapaki panggung dunia.”
Dari sepuluh mahasiswa baru yang ada, 1 di antaranya adalah alumni Trensains, 4 alumni pondok pesantren Tebuireng Putri, dan 5 alumni pesantren Tebuireng Putra. “Ini baru permulaan, Saya sudah mencatat untuk calon mahasiswa baru tahun depan yang ingin kuliah di Al-Azhar, kurang lebih sekitar 30 siswa yang berasal dari berbagai unit Tebuireng. Dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng menjadi porosnya dalam pemberangkatan siswa ke timur tengah,” ucap Ustadz David.
Pembicaraan ini mengarah pada Tebuireng Center Cairo yang kedepannya harus siap menjadi mediator. Paling tidak, senior Tebuireng yang ada di Kairo harus bisa menangkap sinyal, bahwa Tebuireng mulai membuka pintunya lebar-lebar bagi siswanya untuk melanjutkan studi di Timur Tengah.
Tebuireng Center di Negeri Kinanah
Dalam kunjungannya melakukan pendampingan mahasiswa baru selama enam hari di Mesir, beliau memanfaatkan waktunya di Mesir dengan melakukan beberapa kegiatan. Di hari pertamanya, tepat setelah mendarat di Cairo International Airport, beliau bersama para mahasiswa baru, ditemani panitia penjemputan langsung menuju sekretariat Tebuireng Center guna menghadiri acara penyambutan dan ramah tamah mahasiswa baru Tebuireng Center. Disambung dengan agenda ziarah kepada cucu Rasulullah, yaitu Sayyidina Al-Husain sekaligus menikmati ketenangan beribadah di dalam masjid Al-Azhar.
Baca Juga: Sambut Keluarga Baru, Tebuireng Center Kairo Gelar Ormaba 2017
Setelah memastikan kelancaran administrasi kuliah dan tempat tinggal mahasiswa baru di hari pertama telah tuntas, di hari kedua, beliau berziarah kembali bersama badan pengurus Tebuireng Center dan mahasiswa baru ke daerah Qurofah Sughro. Di antaranya meliputi; makam Imam Jalaluddin Al-Suyuthi, makam Syekh Zakaria, makam Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani, makam Sahabat Uqbah, makam Sahabat Abi Dzar Al-Ghifari, makam Dunun Al-Misr, makam Sayyidah Robi’ah Al-Adawiyah, makam Imam Laist, dan makam Imam Ibnu Athaillah Al-Sakandari.
Seakan tak puas dengan ziarahnya pada hari kedua, beliau kembali memenuhi daftar agenda di hari ketiganya bersama sepuluh mahasiswa baru dengan berziarah di komplek sayyidat. Ziarah di hari kedua ini meliputi; makam Sayyidah Aisyah, makam Sayyidah Nafisah, makam Sayyidah Ruqoyyah, makam Sayyidah Sukainah, dan makam Sayyidah Zainab. Beliau menutup hari ketiganya di Mesir dengan menyusuri keindahan arsitektur bangunan kerajaan islam dahulu di sepanjang jalan yang bernama Syari’ Mu’iz.
Di hari keempat beliau tinggal di mesir, beliau napak tilas peradaban Mesir kuno dengan mengunjungi Piramid di daerah Giza dan mengunjungi The National Museum of Egyptian Civilization. Tidak selesai di situ, agenda beliau berlanjut dengan menghadiri Majlis ROSHO (Rotib dan Sholawat) di sekretariat Tebuireng Center sekaligus mengisi materi hipnomotivasi sebagai bentuk penguatan mental bagi para mahasiswa Universitas Al-Azhar Alumni Tebuireng Raya.
Tiba di hari kelima, tepatnya pada hari Selasa 21 Oktober 2025, beliau mengadakan sosialisasi dengan badan pengurus Tebuireng Center guna membahas kerja sama antara Tebuireng Center Cairo dengan Pesantren Tebuireng pusat. Setelah selesai menghadiri pertemuan dengan badan pengurus Tebuireng Center di sebuah kafe di daerah Darrasa, beliau menutup agendanya dengan berkunjung ke pusat oleh-oleh khas Mesir yang bernama pasar Khan El-Kholili yang berada di samping komplek Masjid Sayyidina Al-Husain sebelum keesokan harinya kembali bertolak menuju Tanah Air Indonesia.
Rapat tersebut juga menjadi sinyal bagi Tebuireng Center ke depannya agar siap menjadi pengawal mahasiswa baru yang semakin tahun semakin banyak. Selain itu, sinergitas yang ada dengan Tebuireng pusat tentunya diharapkan semakin meningkat. Momen ini patut disyukuri dengan adanya Ustadz David yang berkunjung ke Mesir bersama para mahasiswa baru, agar bisa membawa masa depan kami para alumni Tebuireng yang ada di Mesir menjadi lebih terarah. Tabik!
Pewarta: M Agil Al Hakim / Farhan Ali Ishaqi
Editor: Rara Zarary


















