Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng Bekali Santri Baru Kesiapan Mental

7
Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng Jombok, Ustadz Arif Khuzaeni bekali santri baru materi kesiapan mental dan adaptasi di pesantren (foto: aulia)

Tebuireng.online— Salah satu materi yang menjadi bekal santri baru di Pesantren Sains Tebuireng adalah “Kesiapan Mental dan Adaptasi Kehidupan Pesantren”, yang disampaikan oleh Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng Jombok, Ustadz H. A Syahri Solehan Arif Khuzaeni, S.A., S.Pd.I.

Pada Senin (6/7) di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi Pesantren Sains Tebuireng Jombok itu, Ustadz Arif mengawali materi dengan menjelaskan pentingnya kalibrasi niat dan hati sebagai fondasi utama seorang santri.

Baca Juga: Kenalkan Nilai BERKAH, Pesantren Sains Tebuireng Gembleng Karakter Santri Baru

“Keberhasilan santri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan hati dalam menuntut ilmu,” tuturnya membuka materi di hadapan para santri baru.

Menurutnya, belajar harus diniatkan semata-mata untuk mencari rida Allah sekaligus mengamalkan ilmu yang diperoleh. Niat yang benar akan mengarahkan seluruh proses belajar menuju keberkahan, sedangkan niat yang keliru akan menghasilkan tujuan yang tidak tepat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Hati sebagai sebuah botol, sedangkan ilmu adalah air. Botol yang telah penuh dan tertutup tidak akan mampu menerima air tambahan. Begitu pula hati yang dipenuhi rasa sombong atau merasa lebih tahu dari guru akan sulit menerima ilmu. Sebaliknya, hati yang rendah dan bersih akan lebih mudah menyerap ilmu pengetahuan,” terangnya.

Setelah membangun fondasi niat, Ustadz Arif mengajak para santri memasuki fase fokus dan adaptasi. Ia mengingatkan agar santri mulai mengurangi ketergantungan terhadap kehidupan di luar pondok dan membiasakan diri menikmati lingkungan pesantren. Sikap qana’ah terhadap makanan, fasilitas, maupun aturan pondok menjadi bagian penting dalam membentuk karakter santri yang tangguh.

Baca Juga: Kiai Musta’in Syafi’i Tekankan Pentingnya Adab dan Kesungguhan Menuntut Ilmu

Selain itu, beliau menekankan pentingnya manajemen waktu dan pola hidup sehat. Waktu merupakan amanah yang tidak dapat diulang sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar dan mengembangkan diri. Santri juga diimbau menjaga pola makan agar tidak berlebihan karena dapat menyebabkan tubuh mudah mengantuk dan mengurangi konsentrasi saat mengikuti pelajaran.

“Santri dilarang ghasab, menggunakan barang milik orang lain tanpa izin, serta tidak mengajak teman melakukan pelanggaran terhadap tata tertib pondok. para santri harus memilih lingkungan pergaulan yang baik karena teman memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter,” tegasnya.

Menurut Kepala Pondok Tebuireng Sains, hubungan yang baik dengan guru menjadi salah satu kunci keberhasilan menuntut ilmu. Santri harus senantiasa menjaga adab, menghormati kiai dan guru, serta menghindari sikap merasa paling benar. Ilmu akan lebih mudah diterima apabila disertai rasa hormat kepada orang yang mengajarkannya.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai cara menghindari pengaruh teman yang malas, beliau menekankan pentingnya memperkuat kedekatan kepada Allah, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta berani menjaga diri dari lingkungan yang membawa dampak negatif. Beliau juga menganjurkan agar santri membiasakan membaca doa, “Allahumma inni a’udzubika minal kasali wal jubni,” sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari sifat malas.

Baca Juga: Cetak Santri Sejati, Pesantren Sains Tebuireng Resmi Buka Rangkaian MOSBA 2026

Sementara itu, saat menjawab pertanyaan mengenai rasa kantuk ketika belajar, Ustadz Arif menjelaskan bahwa kondisi tersebut umumnya dipengaruhi kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan makan berlebihan. Solusi yang dapat dilakukan adalah berwudu, berdiri, berjalan sejenak, atau melakukan gerakan ringan agar tubuh kembali segar.

Menutup sesi, beliau berpesan agar santri memperbanyak aktivitas positif, aktif bergaul dengan teman, serta menikmati setiap proses pembelajaran di pesantren. Dengan niat yang lurus, adab yang baik, dan semangat belajar yang tinggi, para santri diharapkan mampu menjalani kehidupan di Pesantren Sains Tebuireng dengan penuh istiqamah serta menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Temui Wali Santri Baru Pesantren Sains Tebuireng, Gus Kikin Sampaikan Pesan Ini