
Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng secara resmi memulai rangkaian kegiatan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) tahun ajaran 2026/2027, Jombang, Jawa Timur, Senin (06/07/2026). Pembukaan fase orientasi ini ditandai dengan pelaksanaan apel pagi khidmat yang berpusat di lapangan samping gedung SMA Trensains.
Upacara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Hymne Tebuireng. Prosesi sakral kemudian diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari’ Muhammad Dhiyaul Haq, penyematan atribut santri baru secara simbolis, penyampaian amanat pembina, serta ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz H. Khoirul Anam, S.Pd.I.
Dalam amanatnya, Ustadz Arif selaku pembina apel menekankan bahwa kesempatan menempuh jalur pendidikan di dalam pesantren merupakan sebuah privilese spiritual. Ia mengutip hadis monumental mengenai keutamaan mendalami hukum Islam: “Man yuridillahu khairan yufaqqihhu fiddin” (Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama).
Ustadz Arif menjelaskan, para santri baru ini merupakan anak-anak pilihan yang mendapatkan keistimewaan karena orang tua mereka telah memberikan mandat penuh agar anak memperoleh pemahaman agama yang mendalam (tafaqquh fiddin).
“Ketika seorang santri menjadi manusia istimewa, maka harapannya ia dapat tumbuh menjadi santri sejati. Santri sejati tidak hanya memiliki keluasan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibekali akhlak mulia dan budi pekerti yang baik,” urai Ustadz Arif, Senin.
Pihak manajemen pesantren mendesain jadwal hari pertama orientasi ini secara seimbang untuk menjaga ritme psikologis santri baru. Seusai pelaksanaan apel pagi, seluruh santri langsung diarahkan menuju Masjid Salahuddin Al-Ayyubi untuk menerima pasokan materi pengenalan sistem pondok hingga menjelang siang.
Setelah jeda istirahat, shalat, dan makan siang bersama, aktivitas santri pada sore hari diisi dengan kegiatan rekreatif berupa sesi fun game. Instrumen permainan kelompok ini sengaja dihadirkan untuk mencairkan suasana asrama serta membangun keakraban dan rasa kebersamaan antarsantri yang berasal dari berbagai daerah.
Rangkaian hari pertama ditutup dengan penyampaian materi keasramaan tahap ketiga pada malam hari sebelum santri dipersiapkan untuk beristirahat tepat pukul 21.00 WIB. Melalui ekosistem MOSBA yang terstruktur ini, para santri baru diproyeksikan mampu menata niat, membangun kemandirian, serta menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam rutinitas harian mereka di Pesantren Sains.
Baca Juga: Cetak Ilmuwan Muslim Global, SMA Trensains Tebuireng Bidik Target 50 Siswa Kuliah di Luar Negeri

Pewarta: Aulia
Editor: Sutan


















