
Peresensi: Devi Yuliana*
Betapa hingar bingarnya Kota Jakarta, tapi terdapat kehidupan pinggiran yang jarang diketahui, tidak dipedulikan, bahkan diabaikan oleh orang-orang.
Jika kalian tahu novel yang sedang hype dan akan diadaptasi menjadi sebuah film, novel dengan sampul berwarna biru berjudul “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”, dua tahun sebelum novel itu terbit, ternyata ada mahakarya Brian Khrisna yang juga layak untuk diangkat ke layar lebar. “Sisi Tergelap Surga”.
Baca Juga: Ibuku Memang Janda, Tak Ada yang Boleh Menyakitinya
Berbeda dengan kebanyakan novel yang mayoritas masih membahas tentang kisah percintaan dan persahabatan, novel ini berangkat dari kisah tentang perjuangan hidup orang-orang dalam sebuah kampung kumuh yang berada di pinggiran gemerlapnya Kota Jakarta.
Dalam novel ini, diceritakan betapa hingar bingarnya Kota Jakarta, tapi terdapat kehidupan pinggiran yang jarang diketahui, tidak dipedulikan, bahkan diabaikan oleh orang-orang. Novel ini juga mendeskripsikan bagaimana setiap tokoh dalam novel menjalani harinya hanya untuk bertahan hidup dari satu hari ke hari lain.
Bagaimana usaha keras pun terkadang masih belum cukup untuk menjadikan seorang sukses dan bagaimana kemiskinan merenggut kebahagiaan banyak orang di sana, Dimana sesuatu yang umumnya dianggap buruk oleh mata masyarakat menjadi satu-satunya ladang pencarian mereka untuk mendapatkan sesuap nasi.
Uniknya, novel ini tidak hanya membahas satu atau dua tokoh utama, melainkan seluruh tokoh dalam novel ini adalah tokoh utama yang mempuyai ceritanya masing-masing. Mulai dari pertemanan antara Yuyun, Rini, Resti. Syansuar si penjual nasi goreng pinggir jalan dan Kuncahyo yang bekerja sebagai office boy di sebuah mall. Tomi sang ketua preman yang selalu memastikan keadaan kampung itu dengan aman, hingga kisah tiga remaja yang kehadirannya sering tidak dianggap, namun tenaganya bisa diandalkan oleh siapapun dan kapapun tanpa mengharap upah.
Baca Juga: Bekal sebelum Merenggut Nyawa Sendiri
Hal paling menarik dari novel ini ialah ketika kita sebagai pembaca bisa melihat dan belajar bagaimana hal-hal yang mungkin kita abaikan keberadaannya selama ini, menjalani hari demi hari. Bagaimana orang-orang yang jangankan bermimpi untuk mempunyai cita-cita, untuk bisa makan besok saja mereka perlu bekerja lebih keras hari ini dengan cara apapun. Bagaimana kebaikan dan keburukan menjadi samar di tempat ini. Yang penting hari ini terlewati dengan selamat.
Adapun salah satu bagian yang kurang menurut peresensi adalah kurangnya cerita tentang bagaimana suksesnya anak Pak Badut Ayam, si Ina, si Ratih, dan si Erlin, pengembangan cerita mereka bertiga dari tiga bersaudara yang harus bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka hingga akhirnya mereka sukses besar masih minim cerita dalam novel ini, padahal di antara semua tokoh, merekalah yang akhirnya sukses besar dan mampu membantu banyak orang di kampung tersebut.
Namun terlepas dari kekurangan itu, novel ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh orang-orang yang merasa hidupnya kurang beruntung atau biasa saja. Dari novel ini kita belajar bahwa dalam hal tersulit dan yang kelihatan mustahil pun, kita pasti akan menemukan kemudahan. Bahwa setiap kegelapan yang kita lalui akan menemukan cahayanya dan hal indah lainnya.
Kesan terakhir peresensi setelah membaca buku ini adalah hangat. Hangat karena melihat berbagai macam kisah orang dengan latar belakangnya masing-masing. Kehidupan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dalam kepala, ternyata sebenarnya benar-benar ada di bumi ini, karena dari keterangan penulis, novel ini juga merupakan adaptasi dari kisah teman-teman penulis selama penulis masih ikut berjualan nasi dengan orang tuanya.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Manusia Butuh Berkomunikasi
Namun karena buku ini memiliki tanda 17+ alangkah baiknya bila buku ini dibaca oleh seorang yang sesuai dengan batasan usia itu karena ada beberapa bagian yang kurang baik apabila dibaca oleh anak-anak. Sebagai seorang yang memasuki pertengahan umur 20-an, novel ini mengajarkaan banyak hal, termasuk bagaimana kita tetap melangkah maju meski tekanan datang bertubi-tubi, karena pada akhirnya semua pasti akan berakhir.
Judul : Sisi Tergelap Surga
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2023
ISBN : 9786020674384
Jumlah halaman : 304 hlm


















