
Teburieng.online— Kabar membanggakan datang dari unit pendidikan Pesantren Tebuireng dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan pada 6–7 April 2026 di sekolah masing-masing se-Kabupaten Jombang. Sejumlah santri Tebuireng berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam jajaran 10 besar peserta terbaik TKA tingkat Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Zakia Khairunnisa Torehkan Prestasi Bersejarah sebagai Hafidzah 30 Juz Pertama Tebuireng Kesamben
Dalam capaian tersebut, MTs Sains Salahuddin Wahid Kesamben berhasil mengantarkan santriwatinya, Noura Aziza Hidayati, sebagai peringkat pertama terbaik TKA se-Kabupaten Jombang dengan nilai Matematika 90 dan Bahasa Indonesia 96,67.
Selain itu, MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng juga berhasil mencatatkan prestasi dengan tiga santrinya masuk dalam 10 besar terbaik TKA se-Jombang. Syauqi Mafazha El-Fahrezy meraih peringkat tiga dengan nilai Matematika 83,33 dan Bahasa Indonesia 96,67. Kemudian Rafka Zidan Alfarisy berada di peringkat enam dengan nilai Matematika 90 dan Bahasa Indonesia 86,67, serta Hanif Muqaffa Al-Fawwaz menempati peringkat delapan dengan nilai Matematika 76,67 dan Bahasa Indonesia 96,67.
Tidak hanya prestasi individu, secara kelembagaan MTs Salafiyah Syafi’iyah juga memperoleh nilai rata-rata tertinggi TKA se-Kabupaten Jombang dengan nilai 65,65. Sementara MTs Sains Salahuddin Wahid memperoleh nilai rata-rata 62,29.
Penyerahan apresiasi kepada peserta terbaik 10 besar TKA dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026) di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang pukul 07.00 WIB. Para santri mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang.
Kepala MTs Sains Salahuddin Wahid, Ustadz Mudhfar, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih para santri, khususnya Noura yang berhasil menjadi peserta dengan nilai TKA tertinggi se-Jombang.
Baca Juga: Borong Tiga Juara di NCC Nasional, Siswi MTs Sains Kesamben Ukir Prestasi Gemilang
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga dengan perolehan dari Noura khususnya, dan dari teman-teman angkatan 4 MTs Sains Salahuddin Wahid karena meraih tertinggi se-Jombang secara individu dan tertinggi ketiga rata-rata secara keseluruhan. Semoga ini menjadi penyemangat bagi kami agar ke depannya bisa meraih prestasi lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, TKA merupakan salah satu asesmen yang dilakukan negara untuk memetakan kompetensi siswa dan mutu madrasah, khususnya dalam melihat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
“TKA sesuai jadwal dilaksanakan 6–7 April di sekolah masing-masing dengan mode online. TKA adalah salah satu asesmen yang dilakukan negara untuk memetakan kompetensi siswa dan mutu madrasah untuk melihat kompetensi literasi dan numerasi siswa serta mutu pembelajaran madrasah,” jelasnya.
Ustadz Mudhfar juga menjelaskan bahwa tidak ada persiapan khusus menjelang TKA, melainkan penguatan pembelajaran yang sudah berjalan serta pendampingan dari madrasah.
“Tidak ada persiapan khusus. Hanya ada beberapa bimbingan biasa sebagaimana ujian lainnya, di antaranya menyampaikan kepada semua anak kelas 9 agar lebih banyak belajar di sela-sela waktu kosong, walau sekadar membaca dan berlatih untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa madrasah juga memaksimalkan program KKMTs 8 yang memberikan bimbingan kepada guru dan siswa dalam menghadapi TKA.
Baca Juga: Empat Guru SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi di Ajang GTK Berprestasi 2026
“Dari bimbingan yang dilaksanakan KKMTs 8 bekerja sama dengan Erlangga terus kami tindak lanjuti dengan cara secara intens memberikan pendampingan dan evaluasi pembelajaran kepada siswa termasuk ketika mereka liburan di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Salafiyah Syafi’iyah sekaligus PLH Kepala Madrasah hingga 24 Juni 2026, Dawud Ubaidillah Habibi, S.Pd.I., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para santri.
“Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT atas raihan prestasi anak-anak yang luar biasa,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan TKA telah dilakukan sejak semester ganjil melalui latihan literasi dan numerasi yang diberikan oleh guru mata pelajaran.
“Untuk persiapan TKA, sejak semester ganjil guru mata pelajaran Matematika dan IPA memberikan latihan-latihan literasi dan numerasi, baik yang bersumber dari buku cetakan penerbit maupun dari internet. Ditambah dengan adanya dauroh (bimbingan intens) beberapa hari dan beberapa sesi,” jelasnya.
Selain pembelajaran, menurutnya keberhasilan tersebut juga didukung oleh ikhtiar spiritual yang dilakukan bersama.
“Dengan support ruhaniyah, dengan istighotsah dan doa yang sering dilakukan bersama-sama. Dan prestasi ini diraih semata-mata karena anugerah dari Allah SWT dan support dari semua pihak,” ungkap Dawud.
Sementara itu, Noura Aziza Hidayati mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi TKA. Ia hanya mengikuti proses pembelajaran reguler serta bimbingan yang diberikan madrasah.
“Tidak ada usaha khusus. Hanya mengikuti proses belajar reguler di kelas ditambah bimbingan TKA yang disediakan madrasah,” ujarnya.
Noura juga mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh.
“Sangat bersyukur, meskipun tidak pernah membayangkan akan mendapatkan nilai TKA tertinggi se-Kabupaten,” katanya.
Baca Juga: Dua Siswa Kelas 1 SDI Tebuireng Kesamben Raih Prestasi Regional di Mojokerto
Hal serupa disampaikan Syauqi Mafazha El-Fahrezy, santri MTs Salafiyah Syafi’iyah yang meraih peringkat tiga terbaik TKA se-Jombang. Ia menyebut kebiasaan belajar dan membaca menjadi salah satu hal yang membantunya dalam menghadapi ujian.
“Sebenarnya tidak ada cara khusus. Namun saya selalu berusaha untuk mengulang materi dan mempelajari buku latihan soal TKA. Terkait dengan nilai Bahasa Indonesia dengan predikat Baik-Istimewa (96,67), mungkin juga karena kebiasaan saya membaca di waktu luang. Meskipun yang saya baca buku-buku fiksi,” ungkapnya.
Atas capaian tersebut, Syauqi mengaku bahagia dan bangga.
“Bahagia, bangga dan tidak menyangka. Namun itu semua tidak terlepas dari keberkahan Pondok Pesantren Tebuireng, khususnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan para masyayikh, serta ustadz-ustadz yang dengan ikhlas dan sabar membimbing saya,” tuturnya.


















