Zakia Khairunnisa Torehkan Prestasi Bersejarah sebagai Hafidzah 30 Juz Pertama Tebuireng Kesamben

206
Dok. mtssainssw

Tebuireng.online— Prestasi istimewa berhasil ditorehkan oleh santri MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Kesamben. Untuk pertama kalinya, seorang siswi berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghaib di lingkungan Tebuireng Kesamben. Prestasi tersebut diraih oleh Zakia Khairunnisa Asyifa, siswi kelas 9-A asal Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 12 Mei 2026.

Baca Juga: Borong Tiga Juara di NCC Nasional, Siswi MTs Sains Kesamben Ukir Prestasi Gemilang

Pencapaian ini menjadi momen bersejarah bagi Tebuireng Kesamben karena belum tentu setiap tahun ada santri yang mampu meraih capaian serupa. Keberhasilan Zakia pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, pesantren, serta keluarga besar santri.

Zakia mengaku merasa sangat bahagia setelah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz yang telah ia jalani selama enam tahun sejak sekolah dasar.

“Sangat senang dan bahagia, walaupun sudah diulang bolak-balik tapi tetap saja bahagia. Apalagi pas pertama mulai hafalan tuh kayak ada perasaan nggak nyangka,” ujarnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selama proses menghafal, Zakia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa malas hingga banyaknya kegiatan yang harus dijalani bersamaan. Meski begitu, ia berusaha tetap disiplin menyetorkan hafalan setiap hari.

“Tantangan terbesar saat ada banyak kegiatan yang bersamaan, terus rasa malas dan capek, tapi saya harus tetap setoran. Mengatasinya saya harus melawan rasa malas itu, saya paksa harus setoran,” katanya.

Baca Juga: Selamat! MTs Sains Tebuireng Raih Juara Lomba Vlog HAB Kemenag Jombang

Ia menyebut dukungan terbesar datang dari orang tua, guru, dan teman-temannya. Dalam membagi waktu, Zakia memilih fokus belajar saat di sekolah, sementara murojaah dilakukan ketika ada waktu luang, terutama sebelum tidur dan pagi hari sebelum berangkat sekolah.

“Kalau waktu belajar saya fokusnya di sekolah, dan saat ada waktu luang saya menyempatkan murojaah walaupun sebentar,” tuturnya.

Agar hafalan tetap kuat, Zakia menggunakan metode mengulang bacaan berkali-kali hingga benar-benar melekat dalam ingatan sebelum melanjutkan ayat berikutnya.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an juga menjadi pengalaman emosional bagi Zakia. Ia mengaku sempat merasa kesulitan saat memasuki juz-juz pertengahan hingga akhir karena ayat-ayat yang semakin asing. Namun, motivasi dari orang-orang di sekitarnya membuat ia mampu menyelesaikan hafalan tersebut.

“Karena banyak motivasi yang saya terima akhirnya saya bisa, itu sangat mengharukan,” ungkapnya.

Kepada teman-teman seusianya, Zakia berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menghafal Al-Qur’an.

“Jangan pernah lelah menghafal Al-Qur’an. Lihatlah anak-anak di Palestina yang masih semangat menghafal walaupun dengan keadaan seperti itu,” pesannya.

Baca Juga: Selamat! MTs Sains Tebuireng Raih Juara Lomba Vlog HAB Kemenag Jombang

Menurut Zakia, manfaat terbesar yang ia rasakan setelah menjadi penghafal Al-Qur’an adalah ketenangan hidup.

“Saya merasa hidup saya tenang, damai, meski hidup saya banyak masalah. Kalau kata mama, doa orang penghafal itu lebih cepat diijabah dan saya membuktikan itu ternyata benar,” katanya.

Sementara itu, guru pembimbing tahfidz Pondok Tebuireng Kesamben, Ustadzah Nur Faidah S.Pd.I, menjelaskan bahwa Zakia sebenarnya telah memiliki tabungan hafalan sebelum mondok di Tebuireng Kesamben. Namun, tetap dilakukan penstandaran bacaan, metode hafalan, serta pembinaan waqaf dan ibtida’.

“Walaupun dalam proses belajar yang singkat dan padat, namun karena disiplin membagi waktu dan usaha yang keras, Zakiyah bisa melewati semua proses dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, Zakia berhasil melewati seluruh tahapan mulai dari bin nadlar, perbaikan bacaan, tashih hafalan, hingga tasmi’ 30 juz dengan baik. Ia juga menilai Zakia sebagai sosok disiplin, pekerja keras, tawadlu, dan pandai bergaul.

Baca Juga: Santri MTs Sains Kesamben Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Arab

Ustadzah Nur Faidah menambahkan, sistem pembinaan hafalan di Tebuireng Kesamben dilakukan secara intensif melalui program rutin setelah Subuh serta tambahan setoran pada sore hari sesuai kesepakatan guru dan santri. Selain itu, setiap capaian lima juz diwajibkan mengikuti uji simak dan murojaah.

Pihak sekolah berharap prestasi Zakia dapat menjadi inspirasi bagi santri lain untuk semakin semangat menghafal Al-Qur’an dan menjaga hafalannya dengan baik.


Pewarta: Albii

Editor: Rara Zarary