
Tebuireng.online— Tiga delegasi dari Ma’had Aly Tebuireng, yakni Moh. Wildan Husin asal Pasuruan, Badar Laduni asal Bogor, dan Rasyid Irfan asal Kalimantan, mengikuti Lomba Debat Bahasa Arab tingkat nasional yang digelar pada 27–29 April 2026 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, tepatnya di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Kompetisi tersebut diikuti berbagai delegasi perguruan tinggi dari sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga: Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Raih Juara Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an di UIN Surabaya
Dalam perlombaan itu, para peserta beradu argumentasi menggunakan Bahasa Arab dengan format debat dua kubu, yakni pro dan kontra. Moderator terlebih dahulu membacakan tema, kemudian kedua tim saling menyampaikan argumentasi, sanggahan, hingga interupsi secara bergantian. Pada babak final, tim Ma’had Aly Tebuireng berhadapan dengan delegasi dari UIN Sunan Kalijaga.
Moh. Wildan Husin menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam ajang tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus merasakan atmosfer perlombaan di kampus lain.
“Kami ingin menambah pengalaman dengan merasakan euforia lomba di universitas lain. Sebelumnya kami juga pernah mengikuti lomba di UINSA dan UIN Malang,” ujarnya.
Dalam menghadapi debat, para delegasi mempersiapkan diri dengan memperkuat penguasaan kosakata Bahasa Arab serta memahami sudut pandang dari masing-masing tema yang diperdebatkan.
“Kami paham bahwa untuk menguasai panggung debat, kami perlu memahami terlebih dahulu titik perdebatannya itu di mana,” kata Badar Laduni.
Baca Juga: Syiar Internasional, Alumni Ma’had Aly Tebuireng Makmurkan Masjid di Jepang

Ia juga menambahkan bahwa persiapan dilakukan dengan mengumpulkan data serta poin-poin pro dan kontra dari tema yang telah disediakan panitia. “Kami melakukan persiapan dengan mengumpulkan kosa kata dan data dari poin pro-kontra dari tema yang telah disediakan panitia,” lanjutnya.
Meski menghadapi lawan-lawan dari berbagai universitas nasional, ketiganya mengaku cukup menikmati jalannya perlombaan. “Alhamdulillah untuk lomba kali ini semuanya terasa mudah,” ungkap Rasyid Irfan.
Tak hanya soal kemenangan, mereka juga mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi tersebut, terutama dalam menyikapi hasil perlombaan. “Kesannya sangat besar, kami bisa lebih lapang dada ketika hasil tidak sesuai dengan harapan kita,” tutur Wildan.
Baca Juga: Santri Mu’allimin Raih Juara 1 MQK Nasional di MBI BIG FAIR Amanatul Ummah
Ke depan, mereka berharap kemampuan debat Bahasa Arab yang dimiliki dapat terus berkembang dan membawa hasil lebih baik di kesempatan berikutnya. “Harapannya kita bisa terus mengasah kemampuan kita untuk hasil yang lebih baik di event berikutnya,” pungkasnya.
Atas partisipasi dan capaian mereka dalam ajang tersebut, delegasi Ma’had Aly Tebuireng memperoleh piala, sertifikat penghargaan, serta uang pembinaan dari panitia penyelenggara.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















