Syiar Internasional, Alumni Ma’had Aly Tebuireng Makmurkan Masjid di Jepang

184
Alumni Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng, Ustadz Dimas Setyawan Saputro, S.Ag., M.Sos., CICoR, melaksanakan misi dakwah internasional ke Jepang selama tiga bulan. Foto: Dimas

Tebuireng.online- Alumni Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng, Ustadz Dimas Setyawan Saputro, S.Ag., M.Sos., CICoR, melaksanakan misi dakwah internasional ke Jepang selama tiga bulan.

Dalam sesi wawancara, Ustadz Dimas menjelaskan awal mula keberangkatannya ke Jepang. Ia mengatakan, “Saya berangkat ke Jepang pada tanggal 13 Februari 2026, dan di paspor saya hanya 3 bulan, sampai pada tanggal 9 Mei 2026, Selama berada di Jepang, kegiatan dakwah difokuskan di satu wilayah, yaitu Kandatsu, Tsuchiura, Prefektur Ibaraki, Jepang, ” ujarnya

Misi utama dari syiar ini adalah memakmurkan masjid yang didirikan oleh komunitas warga negara Indonesia (WNI) di daerah tersebut. Selama di Jepang, Ustadz Dimas menjalankan peran sebagai imam shalat lima waktu, pengajar (qori) pengajian rutin kitab kuning, serta khatib shalat Jumat dan Idul Fitri.

“Fokus kegiatan dakwah dilakukan di satu wilayah, yaitu Kandatsu. Tujuannya mendampingi warga Indonesia yang membutuhkan bimbingan ibadah di sana,” ujar Dimas dalam sesi wawancara, Rabu (1/4/2026).

Program dakwah tahunan ini difasilitasi oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat yang dipimpin oleh Mochamat Abdul Rohim. Selain ritual ibadah formal, program ini juga menjadi ruang konsultasi bagi WNI untuk menjawab persoalan fikih minoritas (fiqh al-aqalliyat). Tantangan hidup di tengah masyarakat non-Muslim sering kali memunculkan problematika hukum Islam yang memerlukan pendekatan khusus.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Materi keagamaan yang disampaikan pun cukup beragam, mencakup aspek hukum hingga spiritualitas. “Materi yang disampaikan beraneka macam, mulai dari materi ubudiyah menggunakan kitab Bulughul Maram, kajian tasawuf dengan kitab Bidayatul Hidayah, hingga tafsir Al Quran,” jelas Dimas.

Ustadz Dimas berharap keberadaan fasilitas masjid yang memadai dapat mempermudah pekerja maupun pelajar Indonesia di Jepang dalam menjalankan kewajiban agama. Ia juga mendorong organisasi keagamaan di tanah air, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), untuk meningkatkan perhatian kepada komunitas Muslim di Jepang seiring dengan telah berdirinya PCINU, Ansor, dan Banser di Negeri Sakura tersebut.

Sebagai langkah konkret pasca-kegiatan, Dimas berencana mendokumentasikan berbagai pertanyaan dan problematika ibadah yang ia temui di lapangan.

“Saya akan mendiskusikan temuan mengenai fikih minoritas ini dengan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) di Pesantren Tebuireng. Tujuannya adalah menyusun buku saku yang menjawab persoalan ibadah bagi muslim yang hidup sebagai minoritas,” pungkasnya.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan