
Tebuireng.online— Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan mutu pendidikan, SMA A. Wahid Hasyim menggelar workshop penulisan soal HOTS berbasis literasi dan numerasi dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang guru SMA A. Wahid Hasyim tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari seluruh guru mata pelajaran.
Workshop ini berada di bawah naungan TPMPS (Tim Pengembang Mutu Pendidikan Sekolah) yang terdiri dari 13 tim guru lintas mata pelajaran. Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni pengawas sekolah Kabupaten Jombang, perwakilan BBGTK, serta praktisi pendidikan yang fokus pada pengembangan soal berbasis HOTS, literasi, numerasi, dan AI.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Siswa, SMA A Wahid Hasyim Gelar Pelatihan Menulis Resensi
Waka Kurikulum SMA A. Wahid Hasyim, Ni’maturrohmah atau yang akrab disapa Bu Ninik, menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan program lanjutan sekolah dalam mengembalikan posisi pendidikan sesuai tujuan utamanya, yakni memperkuat kualitas guru terlebih dahulu.
“Program ini merupakan kelanjutan dari rencana SMA A. Wahid Hasyim untuk membentuk dan mengembalikan posisi pendidikan pada tempatnya. Yang pertama guru kita benahi dulu dengan adanya pemahaman pentingnya mempelajari dan menguatkan apa yang sudah menjadi tolok ukur sekolah, yaitu pemahaman tentang literasi dan numerasi, karena itu semua merujuk pada rapor mutu SMA AWH,” jelas Bu Ninik saat diwawancarai langsung oleh tim Tebuireng.
Ia menambahkan bahwa sekolah sengaja menghadirkan narasumber dari luar agar para guru memperoleh pemahaman baru sekaligus semangat dalam menyusun soal yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
“Jadi sengaja memang diadakan workshop ini yang menggunakan aplikasi AI. Kita ada tiga pemateri, dari pengawas sekolah Kabupaten Jombang dan dari BBGTK, karena memang kita butuh narasumber dari luar sekolah yang bisa menumbuhkan semangat dan memahami cara menyusun soal yang baik, pastinya yang sesuai dengan kebutuhan sekarang,” ujarnya.
Baca Juga: Hardiknas 2026, SMA A. Wahid Hasyim Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Adaptif Teknologi
Tidak hanya itu, Bu Ninik juga menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, melainkan seluruh mata pelajaran.

“Kita ingin tidak hanya satu atau dua mapel yang fokus pada literasi numerasi, tapi semua mapel. Kita ajak bareng-bareng untuk menyusun soal literasi numerasi berbasis AI dan soal HOTS,” katanya.
Menurutnya, pemahaman guru terhadap konsep literasi dan numerasi sangat penting, terlebih saat ini model soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) banyak mengarah pada kemampuan tersebut.
“Kita ingin guru itu paham, ternyata soal TKA berbasis literasi dan numerasi. Masa siswanya tahu, gurunya tidak tahu. Setidaknya guru paham nanti soal yang menghubungkan dengan TKA secara langsung. Jadi literasi itu tidak hanya Bahasa Indonesia dan Matematika saja, tapi juga mapel lain seperti Bahasa Arab atau Nahwu Shorof,” tambahnya.
Baca Juga: SMA A Wahid Hasyim Tebuireng Peringati Hari Kartini dengan Semangat Emansipasi
Lebih lanjut, Bu Ninik berharap kegiatan tersebut mampu membangun budaya literasi di lingkungan sekolah, terutama di tengah kebiasaan generasi saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.
“Harapan saya kita melek literasi. Dengan adanya literasi, hal itu menjadi pembiasaan, jadi kita kembali lagi melakukan kebiasaan membaca, membaca buku fiksi maupun nonfiksi. Tapi ada juga literasi ekonomi, keuangan, budaya, sosial dan lainnya. Kita ingin membiasakan literasi secara umum dulu sehingga kita paham. Karena akhir-akhir ini berfokus pada HP, itu sangat rentan sekali pemaknaan yang didapat dibanding membaca buku secara langsung,” ungkapnya.
Dalam workshop tersebut, sesi pertama diisi oleh pengawas sekolah Kabupaten Jombang, Izzatul Laila yang membahas konsep dasar dan kebijakan terkait Analisis AKM, literasi, numerasi, serta standar penyusunan soal HOTS sesuai Kurikulum Merdeka dan ANBK.
Baca Juga: Alumni SMA A Wahid Hasyim 92 Tebuireng Gelar Napak Tilas dan Halalbihalal di Jombang
Sementara sesi kedua menghadirkan Dr. Wahyu Nugroho dan Dr. Joni Setiawan dengan materi strategi penyusunan soal HOTS berbasis literasi, numerasi, dan AI melalui teknik prompting atau perintah AI untuk membuat stimulus teks maupun data secara cepat dan akurat.
“Karena ini zamannya AI, nanti kami ajarkan bagaimana membuat soal yang baik dan cepat. Setelah ini teorinya sama Pak Jhoni, lalu nanti praktiknya sama saya. Jadi sekarang itu bikin soal untuk ujian mudah,” ungkap Dr. Wahyu Nugroho saat mengawali materi.
Kepala sekolah SMA A. Wahid Hasyim, Djoko Suwono turut menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para guru selama workshop berlangsung.
“Dengan adanya workshop ini saya sangat antusias, dengan harapan bapak ibu guru bisa membangun kebiasaan literasi numerasi dalam penyusunan soal,” tuturnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















