Tebuireng Gelar Sosialisasi Digitalisasi Pesantren, Siapkan Sistem Administrasi Pendidikan Terintegrasi

33
Seluruh Mudir Pesantren Tebuireng bersama karyawan, staf sekolah, dan tim IT hadiri sosialisasi digitalisasi pesantren di aula lantai 1 gedung KH M Yusuf Hasyim Tebuireng (foto: Ifa)

Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng menggelar kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Pesantren pada Sabtu (7/3/2026) di Aula Lantai 1 Gedung KH. M. Yusuf Hasyim. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bidang humas, hingga staf IT.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu serta tata kelola penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam sosialisasi tersebut dibahas rencana pengembangan aplikasi digital yang akan digunakan untuk mengontrol berbagai kebutuhan administrasi dan pendidikan di masing-masing unit.

Baca Juga: Digitalisasi Pendidikan, Pahami Peluang dan Tantangannya

Mudir II Bidang Pendidikan Pesantren, Gus Hasyim Asy’ari menjelaskan, bahwa gagasan digitalisasi ini bermula dari rapat para mudir terkait rancangan kegiatan dan anggaran di masing-masing unit pendidikan.

“Singkat cerita, dari salah satu unit yaitu SMP Kesamben ternyata sudah terhubung dengan tim BSD Pesantren Smart Digital. Kebetulan yang mengembangkan juga alumni Tebuireng. Awalnya masih uji coba pada absensi guru yang bisa dipantau langsung oleh kepala sekolah, padahal PSD itu memiliki menu lebih dari itu,” jelasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, sistem tersebut berpotensi membantu berbagai kebutuhan manajemen pendidikan di pesantren.

“Kebetulan kami di tim Mudir II bidang pendidikan akan melakukan beberapa penataan termasuk pemberian reward kepada para guru. Saat itu Gus Ghofar sebagai Mudir I sangat antusias dan mengatakan ini bagus. Akhirnya kami mengundang banyak pihak agar bisa mendengarkan langsung, termasuk perwakilan kepala sekolah, humas, dan IT,” tambahnya.

Setelah kegiatan sosialisasi ini, pihak pesantren berencana melakukan diskusi lanjutan untuk menyinkronkan sistem digital tersebut dengan program lain yang sedang dirancang.

Baca Juga: Pelatihan Digitalisasi dan Katalogisasi Turots Pesantren

Suasana sosialisasi Digitalisasi Pesantren bersama Kepala Sekolah, Humas, Karyawan dan staf IT Tebuireng (foto: Ifa)

“Setelah acara ini kami akan berdiskusi lagi di kantor atas bersama Gus Ghofar. Di Pesantren Tebuireng juga sudah ada rencana membuat sistem keuangan, jadi nanti akan dilihat bagaimana sinkronisasinya. Kalau setelah rapat para mudir sudah oke, baru kami lanjutkan ke pengasuh,” ujarnya.

Ia berharap sistem digital ini nantinya mampu mendukung berbagai aspek pengelolaan pendidikan di pesantren, mulai dari akademik hingga pemantauan perkembangan santri.

“Harapannya ini bisa mensupport banyak hal, mulai dari sisi akademik, apresiasi guru, prestasi santri, hingga wali santri yang nantinya bisa mendapatkan update tentang keseharian anaknya,” katanya.

Rencananya, implementasi awal sistem digital tersebut akan mulai dijalankan pada tahun ajaran ini agar dapat disinkronkan dengan data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Baca Juga: FGD Media Tebuireng Perkuat Kolaborasi Menuju Profesionalitas Media Pesantren

“Tahun ajaran ini akan mulai dijalankan karena harus disinkronkan dengan data PPDB yang nantinya diolah ke masing-masing unit. Kalau menunggu tahun depan kita tidak akan tahu kekurangannya. Jadi berjalan sambil evaluasi. Tadi juga vendornya sudah membuka peluang untuk melakukan custom sesuai kebutuhan Pesantren Tebuireng,” terangnya.

Salah satu staf Tebuireng, Feri, berharap sistem digital yang dirancang nantinya dapat mempermudah proses pengelolaan data di lingkungan pesantren.

“Kami berharap data dan fitur yang ada nantinya mudah diakses dan bisa mempermudah kami untuk mendata berbagai kebutuhan administrasi maupun pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi menyampaikan harapannya agar aplikasi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan administrasi di setiap unit pendidikan.

Baca Juga: Mengintegrasikan Teknologi dan Tradisi di Pesantren

“Kebutuhan masing-masing unit yang berhubungan dengan administrasi bisa dilengkapi. Data juga harus terlindungi. Kemudian data dari PSB kalau bisa langsung masuk ke unit, karena biasanya kami memulai dari nol untuk mendata siswa baru. Semoga kalau ini jadi bisa dibuat custom dari atas ke bawah supaya tidak tumpang tindih,” ungkapnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary