Percaya pada Doa

74
Seorang perempuan yang sedang berdoa. (sumber: depositphoto)

Percaya Pada Doa
lisanku tiada ragu memanjat doa
walau kiranya mustahil bagi manusia
tak peduli, aku percaya
tiada kesukaran bagi kehendaknya

dikala tak cukup ilmuku
dikala tak layak kemampuanku
demikian ringan terwujud kemauanku
aku percaya, semata atas rahmat tuhanku

begitu mungil semesta
tiada sebanding dengan keagungannya
percayalah pada janjinya
terkabul bagi mereka yang meminta kepadanya


Sabar Dikala Belum Menuai
kasihNya terlampau teduh
tak layak disambut dengan keluh
segala peluh,
pasti terganti oleh nikmat yang bertumbuh

sabar, manakala buah belum tertuai
rencananya sedang terangkai
rautmu pasti berseri bilamana telah sampai

rangkaian takdir memang tak selalu mudah
perlu darah,
perlu nanah,
namun, pasti terbayar dengan senyum yang merekah

mereka yang mengutuk nestapa
mereka yang membenci duka
tak elok mencerna suka ria


Tawa dan Duka
setiap bait nafas yang berhembus,
adalah larik cintanya yang sedemikian halus
rahmatnya tiada pernah terputus
bersyukurlah terus menerus

suka dan duka
tangis dan tawa
adalah bagian dari warna kasihNya

tawa membawa syukur kepadanya
duka membawa kembali kepadanya
hidup yang sedemikian singkat
semata-mata hanya untuk mengingatNya



Penulis: Yofi Wahyu Febrian Satria Sejati
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online