
Tebuireng.online– Dua siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, Adli Zulfikar Fahmi dan Ahmad Faris Albukhori, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk sebagai finalis ASEAN Geography Smart Competition GEOSAC 2026. Keduanya merupakan siswa kelas X-A yang menjadi wakil MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng dalam ajang geografi bergengsi tingkat internasional.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh The Education University of Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dilaksanakan di Bandung pada 3–4 Februari 2026. Dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses seleksi, MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng tercatat sebagai salah satu madrasah yang sukses meloloskan siswanya hingga tahap finalis.
Baca Juga: Siswa MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Gelar Sains Fair ke-10
Adli Zulfikar Fahmi, yang diwawancarai sebagai perwakilan tim, menjelaskan bahwa proses seleksi awal dilakukan secara daring melalui pembuatan science video. Tahapan ini menjadi penentu utama dalam menyaring peserta dari berbagai daerah dan latar belakang sekolah sebelum ditetapkan sebagai finalis.
“Sains video untuk babak penyisihan. Penyisihan dilakukan secara online dengan membuat science video untuk babak pre-eliminary,” ujar siswa yang akrab disapa Fahmi itu.
Dalam proses produksi video tersebut, Fahmi dan Ahmad Faris Albukhori tidak bekerja sendiri. Keduanya mendapat bantuan dari M. Daffa Farras, siswa kelas X-A, yang berperan sebagai tim pendukung sekaligus editor video.
“Video itu dibantu buatnya oleh teman saya, M. Daffa Farras,” lanjut Fahmi.
Baca Juga: Selamat! Lulusan MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Lolos Perguruan Tinggi Favorit hingga Luar Negeri

Di waktu yang sama, Daffa mengungkapkan bahwa proses produksi video dilakukan dalam waktu yang cukup terbatas. Pengambilan gambar hanya berlangsung selama satu hari dengan lokasi yang berbeda-beda, sehingga proses pengeditan menjadi tantangan tersendiri.
“Saat shooting itu waktunya singkat, cuma sehari dan beda tempat, jadi cukup keteteran juga waktu ngedit,” kata Daffa.
Baca Juga: Siswa MA SS Tebuireng Rayakan Maulid Nabi dengan Semangat Literasi
Video yang dihasilkan mengangkat beragam tema geografi terapan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Menurut Fahmi, pemilihan lokasi dilakukan secara cermat agar setiap materi yang disampaikan dapat tergambarkan secara nyata dan kontekstual.
“Kita ambil set tempat itu macam-macam, ada geografi ekonomi di sekitar museum, iklim itu di sawah, lingkungan limbah itu pabrik di Cukir,” jelasnya.
Proses pengerjaan video hingga tahap pengumpulan memakan waktu sekitar dua bulan, terhitung sejak November hingga Januari.
“Jarak dari setor video itu sekitar dua bulan, dari November ke Januari,” imbuh Daffa.
Dari tahap seleksi tersebut, video perwakilan MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng berhasil meraih juara dua kategori video terfavorit. Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Adli Zulfikar Fahmi dan Ahmad Faris Albukhori ditetapkan sebagai finalis ASEAN Geography Smart Competition 2026.
Sebagai finalis, keduanya mengikuti rangkaian lomba secara luring di Bandung. Pada hari pertama, peserta menjalani tiga sesi ujian, yakni sesi analisis dan peta buta sebanyak 10 soal penuh berbahasa Inggris, sesi multimedia sebanyak 50 soal dengan durasi satu jam yang sebagian besar juga menggunakan bahasa Inggris, serta sesi pilihan majemuk sebanyak 100 soal yang dikerjakan dalam waktu dua jam.
“Yang paling susah soal analisis, karena menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.
Baca Juga: ASWAJA Center Tebuireng Bekali Siswa MASS Peta Gerakan Islam di Indonesia
Pada hari kedua, seluruh finalis mengikuti kegiatan observasi lapangan melalui agenda geotrek di kawasan pegunungan. Sejak pukul lima pagi, para peserta telah berkumpul di titik kumpul untuk menuju lokasi observasi. Geotrek terdiri dari empat pos dengan jarak sekitar 400 meter pada setiap pos. Di masing-masing pos, peserta diwajibkan menjawab lima pertanyaan yang berkaitan dengan pertanian, pariwisata, iklim dan cuaca, serta geomorfologi.
Siswa yang begitu bersemangat itu menuturkan, bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman baru yang sangat berkesan, baik dari sisi akademik maupun atmosfer penyelenggaraan acara.
“Seru banget, meriah. Pola acaranya kayak di Met Gala,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa penggunaan bahasa Inggris selama kompetisi menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dan tim.
“Tantangan yang baru, soalnya sebelumnya belum pernah. Apalagi teman-teman di sana pakai bahasa Inggris kalau ngomong. Kita paham sebenarnya, tapi pas mau jawab itu agak kesulitan karena tidak terbiasa,” jelas Fahmi.
Baca Juga: Gelar Market Day, MA SS Ciptakan Wirausahawan Milenial Berakhlak Mulia
Meski menghadapi tantangan tersebut, pengalaman mengikuti ajang internasional justru menumbuhkan motivasi baru bagi Adli untuk terus berprestasi di bidang geografi.
“Harapan saya tahun depan pasti ikut lagi. Saya juga pengen jadi juara. Olimpiade geografi se-Indonesia itu ada grupnya sendiri, saya akan nyambung sama alumni-alumni yang dulu buat minta tips juara,” pungkasnya.
Sebelum ditetapkan sebagai finalis ASEAN Geography Smart Competition 2026, Adli Zulfikar Fahmi telah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional. Di antaranya meraih medali emas sekaligus juara satu Olimpiade Geografi Geography Championship 2025 by Universitas Negeri Semarang pada 12 Oktober 2025, peraih medali emas Olimpiade Geografi Genius Olympiade 2025 by GYPEM pada 20 Desember 2025, serta juara tiga Olimpiade Kebumian Mengakarang Competition 2025 by Universitas Jambi pada 15 Desember 2025.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















