Pelajaran Hidup dari “Sesuk”: Tentang Kesabaran, Syukur, dan Melangkah ke Esok Hari

91

Novel “Sesuk” karya Tere Liye menghadirkan sebuah kisah yang dekat dengan denyut kehidupan sehari-hari yang kita rasakan. Perjalanan seseorang menghadapi masa depan yang tidak pernah bisa ditebak. Judul “Sesuk” yang berarti besok dalam bahasa Jawa menjadi simbol harapan, penghiburan, dan keberanian untuk bertahan meski hidup kerap menawarkan luka yang tidak ringan. Tere liye, seperti biasanya, merangkai narasi dengan bahasa yang sangat mudah diikuti, mengalir, dan sesekali memaksa pembacanya untuk berhenti sejenak untuk merenungkan makna di balik kalimat sederhana dari karyanya itu. Ceritanya bergerak melalui konflik keluarga, perjuangan tokoh yang menghadapi hidup yang tidak ideal, serta tekad untuk memperbaiki hari esok meskipun hari ini terasa melelahkan.

Kekuatan dari novel ini terletak pada kemampuannya menyentuh emosi pembaca tanpa harus menghadirkan konflik besar. Pesan moralnya pun banyak tentang kesabaran, keteguhan hati, dan rasa syukur yang membuatnya cocok dibaca oleh remaja hingga dewasa yang sedang mencari pegangan emosional. Representasi unsur budaya lokar lewat penggunaan kata”sesuk” pun memberikan kesan hangat dan akrab, seolah pembaca diajak pulang ke akar-akar tradisi yang menenangkan.

Namun, di balik kekuatan itu, “Sesuk” juga menyimpan beberapa kelemahan. Pembaca yang mengikuti karya Tere Liye sebelumnya mungkin akan menemukan pola penyajian yang mirip dan cendrung klise. Sebab beberapa tokoh pendukung sebetulnya menarik, tetapi tidak digarap secara mendalam sehingga potensi dramatiknya tidak sepenuhnya muncul. Selain itu, pesan moral yang sering muncul beruntun dapat terasa menggurui bagi pembaca yang lebih menyukai gaya realis dan subtil.

Meski demikian, “Sesuk” tetap menjadi bacaan yang pantas direkomendasikan bagi siapa pun yang sedang “menata ulang” hidupnya entah karena patah hati, kehilangan, tekanan keluarga, atau sekedar kebingungan menghadapi masa depan. Sebab novel ini memberikan pengingat bahwa hari esok tidak harus sempurna, cukup dijalani dengan keberanian dan keteguhan hati yang dimiliki. Bagi pembaca yang menyukai kisah reflektif, lembut, dan menghangatkan hati, sesuk adalah teman yang tepat. Sedangkan bagi pembaca yang mencari cerita misteri, aksi atau drama yang sangat kompleks, novel ini mungkin terasa datar. Pada akhirnya, “Sesuk” adalah bacaan yang sederhana namun sarat makna, dan barangkali di situlah letak kekuatan sekaligus pesonanya. 


Judul : Sesuk

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabakgrip

Tahun terbit: 2023

Jumlah halaman: 330 hlm

Genre: Fiksi Kontemporer/ Drama Keluarga

Isbn: 978-623-99902-8-8

Peresensi : Wan Nurlaila Putri