
Tebuireng.online— Tiga siswa kelas XI SMA Trensains Tebuireng berhasil meraih juara 3 dalam ajang lomba inovasi produk CalSea yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Ketiga siswa tersebut adalah Alfin Naufal Falah kelas XI Sains 3 asal Salatiga, Mohammad Hagi Shofi kelas XI Sains 1 asal Tuban, dan Muhammad Arifian Aryansyah kelas XI Sains 1 asal Madiun.
Inovasi yang mereka kembangkan berangkat dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan memanfaatkan limbah tulang ikan. Ide tersebut muncul dari kebiasaan santri Tebuireng yang mengonsumsi ikan hingga tiga kali dalam sehari.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Business Plan Muamalah Festival 2025
“Awal mulanya itu dari proyek P5. Kita membikin tulang ikan agar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Kita sebagai santri Tebuireng makan ikan itu tiga kali sehari, lalu kita berpikir bagaimana mengolah limbah tulang ikan,” ujar Arif saat diwawancarai, Ahad (31/1) di lobi SMA Trensains.
Dalam proses pembuatannya, kelompok ini melakukan serangkaian tahapan untuk menghilangkan bau amis pada tulang ikan. “Tulang ikan dicuci, direndam jeruk nipis selama satu hari, kemudian dipresto, dioven sampai kering, lalu diblender. Setelah itu kami campurkan dengan susu kedelai,” jelasnya.
Produk ini dikembangkan sebagai alternatif minuman bernutrisi yang menggabungkan unsur hewani dan nabati. Menurut Arif, inovasi tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki alergi terhadap susu sapi.
“Sekitar 70 persen masyarakat Indonesia alergi susu sapi. Karena itu kami menghadirkan susu tulang ikan yang mengombinasikan hewani dan nabati,” katanya.
Baca Juga: 10 Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih Prestasi IMOYA 2025 di Singapura
Lomba inovasi produk CalSea ini diawali dengan tahap penyisihan secara daring. “Tanggal 27 itu pengumuman peserta yang lolos, lalu tanggal 29 kami langsung membawa produk ke lokasi dan pengumuman juara dilakukan di hari yang sama,” jelas Arif.
Ke depan, kelompok ini berencana mengembangkan produknya dengan berbagai varian rasa dan memperluas segmen konsumen. “Rencana inovasi ke depannya, kami akan menghadirkan beberapa rasa. Sasaran pembeli kami bukan hanya remaja, tapi dari balita sampai lansia,” tambah Arif.
Sementara itu, Mohammad Hagi Shofi mengungkapkan bahwa kendala utama dalam proses persiapan lomba adalah perizinan kegiatan di pondok pesantren. “Kesulitannya di perizinan pondok karena harus mengutamakan kegiatan pondok. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Alfin Naufal Falah menyampaikan harapannya agar inovasi yang mereka kembangkan dapat terus berlanjut. “Semoga saat ada lomba selanjutnya bisa berkembang lagi dan semoga dapat hadiah,” katanya.
Ketiganya mengaku tidak menyangka bisa meraih juara dalam ajang tersebut. “Nggak nyangka bisa dapat juara, soalnya saya juga belum bilang orang tua kalau ikut lomba,” ujar Hagi.
Baca Juga: Siswi SMA Trensains Raih Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris
Hal serupa disampaikan Alfin yang mengaku terkejut dengan skala acara. “Kemarin sempat kaget karena acaranya besar banget,” katanya. Arif pun menambahkan, “Iya, karena kemarin itu di Auditorium Muhammadiyah. Nggak nyangka besar banget acaranya. Saingan kami dari Banyuwangi, Telkom Malang, SMA Surabaya, dan SMA Jombang.”
Pembimbing lomba, Ustadzah Rahma Nuril P., guru PKWU, mengaku bangga atas capaian para siswanya. “Saya tentu merasa sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian mereka. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan tetap rendah hati,” ujarnya.
Baca Juga: Siswa SMA Trensains Tembus Lima Besar Nasional Biologi UNESA
Ia juga berharap inovasi yang telah dibuat tidak berhenti pada ajang perlombaan. “Saya berharap ide inovasi produk ini tidak hanya sebatas untuk lomba saja, tetapi bisa diwujudkan menjadi ide bisnis sungguhan ke depannya,” tambahnya.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, kelompok yang sama juga berhasil meraih juara 1 dalam cabang lomba inovasi produk di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada November 2025.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















