Yayasan Al-Ma’arif NU Bululawang Malang Kunjungi Tebuireng, Bahas Penguatan Pendidikan dan Peran Guru

1297
Mudir IV Pesantren Tebuireng, Gus Mugni menyambut kunjungan dari Yayasan Al-Ma’arif NU Malang (foto: albii)

Tebuireng.online— Yayasan Al-Ma’arif yang menaungi SMP dan SMK Nahdlatul Ulama’ Bululawang, Malang, melakukan kunjungan ke Pesantren Tebuireng pada Senin (22/12/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meminta arahan terkait pengembangan pendidikan dan pembinaan santri di era saat ini.

Rombongan diterima oleh Mudir IV Pesantren Tebuireng, H. Agus Abdul Mugni, serta Mudir III Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim. Turut hadir Ketua Yayasan Al-Ma’arif, Ahmad Nasic.

Baca Juga: Kunjungan Belajar Mahasiswa Bandung ke Pesantren Tebuireng

Dalam sambutannya, Ahmad Nasic menyampaikan bahwa pihaknya sangat membutuhkan nasihat dan bimbingan dari para pengasuh, asatidz, serta para pendidik, khususnya guru-guru muda, dalam menghadapi karakter peserta didik di zaman sekarang.

“Kami sangat membutuhkan petunjuk dan nasihat dari pengasuh dan para asatidz-asatidzah, terutama para pengajar muda, karena tantangan mendidik anak-anak di zaman sekarang semakin kompleks,” ujar Ahmad Nasic.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga mengungkapkan bahwa Yayasan Al-Ma’arif saat ini tengah mengembangkan Madrasah Diniyah serta Program Tahfidz sebagai upaya memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.

Rombongan Yayasan Al-Ma’arif yang menaungi SMP dan SMK Nahdlatul Ulama’ Bululawang, Malang foto bersama Mudir Pesantren Tebuireng di depan gedung KH Yusuf Hasyim (foto: albii)

Sementara itu, Gus Mugni dalam sambutannya menekankan pentingnya hubungan harmonis antara guru dan orang tua sebagai kunci keberhasilan pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kerja sama yang baik antara kedua pihak.

Baca Juga: SMP Al-Madina Wonosobo Laksanakan Studi Tiru dan Rihlah Tarbiyah ke Pesantren Tebuireng

“Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Alaq ayat 2 yang membahas tentang orang tua, dan ayat 4 yang membahas tentang guru. Jika ingin sukses dalam pendidikan, maka guru harus menyayangi anak didiknya seperti orang tua menyayangi anaknya. Hal itu hanya bisa terwujud jika ada kerja sama yang baik antara guru dan orang tua,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antara keluarga dan lembaga pendidikan.

Hal senada disampaikan oleh H. Lukman Hakim. Ia menekankan bahwa seorang guru harus mampu menjadi teladan bagi murid-muridnya, baik dalam sikap maupun perilaku.

“Seorang guru harus mengamalkan terlebih dahulu sebelum mengajarkan. Secara haliah, guru harus lebih baik daripada muridnya,” tegasnya.

Baca Juga: Pesantren Cabang Abdul Djamil Tebuireng 17 Silaturahmi ke Pesantren Tebuireng

Dalam kesempatan tersebut, H. Lukman Hakim juga menyampaikan pesan dari almarhum Kiai Syamsuri Badawi tentang pentingnya sedekah dalam mendidik santri. Menurutnya, sedekah tidak selalu bermakna materi, tetapi juga bisa berupa doa.

“Kalau ingin santrinya sukses, perbanyak sedekah. Bukan hanya secara maaliyah, tapi juga dengan mengirimkan Al-Fatihah untuk santri,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa untuk membentuk perilaku santri yang baik di pesantren, diperlukan komunikasi yang intens antara guru dan murid, serta komunikasi yang baik antara guru dan orang tua.



Pewarta: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary