
Tebuireng.online— Sebagai respons konkret terhadap krisis lingkungan global, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng akan menggelar forum Bahtsul Masail bertema Eko-Sunnah dalam rangkaian Muktamar Turats Nabawi (MUTUN), pada Rabu-Kamis (10-11/12/2025) di Pesantren Tebuireng. Ada sebanyak 150 santri delegasi terbaik dari berbagai pesantren terkemuka di Indonesia dipastikan hadir untuk menyumbangkan analisis dan argumen kritis mereka terhadap isu-isu ekologis kontemporer.
Bahtsul Masail ini menjadi manifestasi semangat keberlanjutan gagasan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang selalu mendorong respons keagamaan terhadap persoalan aktual. Para peserta, disebut sebagai “anak emas” dari institusi masing-masing akan membedah berbagai persoalan lingkungan dengan menggunakan referensi kitab kuning, baik karya ulama salaf maupun khalaf, ditambah pendekatan lintas disiplin seperti tafsir, hadis, hingga fikih lingkungan modern.
Baca Juga: Dari Hilirisasi hingga Wakaf Konservasi: Daftar Masalah Krusial di Meja Bahtsul Masail Tebuireng
Forum diproyeksikan berlangsung dinamis di bawah arahan moderator sebelum dirumuskan oleh tim muharrir dan disahkan oleh dewan mushohih. Keterlibatan 150 perspektif dari latar belakang pesantren yang berbeda menjadi kunci untuk menghasilkan keputusan hukum yang matang, komprehensif, serta tidak terjebak pada pandangan tunggal.
Menariknya, Bahtsul Masail ini juga menggandeng WALHI sebagai penyaji data dan analisis lingkungan terkini. Kolaborasi antara basis data ilmiah dan kacamata syariat para santri diharapkan mampu melahirkan produk hukum yang moderat (wasathiyah), tidak ekstrem, serta tetap berpijak pada maqashid syariah.
Adapun Bahtsul Masail Eko-Sunnah ini diharapkan menghasilkan rekomendasi hukum yang progresif, aplikatif, dan regulatif, mudah diimplementasikan sebagai kontribusi nyata pesantren dalam ikhtiar penyelamatan bumi.
Pewarta: Fandy Akmal
Editor: Rara Zarary


















