Usai jama’ah Shalat Subuh pada Sabtu (05/08/2017), di Masjid Pesantren Tebuireng, Menag RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan motivasi kepada para santri.

Tebuireng.online— Selepas shalat Subuh berjamaah dan mengaji pada Sabtu (05/08/2017), sekitar pukul 05.30 WIB, para santri menyambut Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin di Masjid Pesantren Tebuireng. Didampingi Wakil Pengasuh, KH. Abdul Hakim Mahfudz dan jajaran pimpinan Pesantren Tebuireng, Menag menyampaikan beberapa motivasi untuk para santri di Serambi Masjid Tebuireng.

“Rasanya baru kemarin. Saya seperti anak-anakku ini. Memakai sarung, baju putih, kopyah hitam. Persis seperti ini. Tetapi ternyata, hampir 40 tahun yang lalu. Seperti baru kemarin terjadi,” ungkap adik Bu Nyai Faridah Salahuddin Wahid itu, mengawali.

“Saya juga dulu pernah diberi kesempatan untuk mondok, meski tidak di Tebuireng. Tetapi dekat dari sini, di Ponorogo. Pondok Pesantren Gontor. Saya ingin berbagi pengalaman. Saya lahir tahun 1962, jadi sekitar 55 tahun. Kalau saya ditanya, seumpama boleh kembali ke masa sebelumnya kira-kira akan memilih masa seperti apa. Maka saya akan langsung mengatakan, saya memilih kembali ke masa saya ada di pondok pesantren,” tambah beliau disambut tepuk tangan meriah ribuan santri.

Beliau menjelaskan, di pondok pesantren praktis 24 jam dan tidak satu detik pun yang luput dari nilai edukasi dan pendidikan. Semua berisi pendidikan bagi yang memaknainya sebagai pendidikan. “Kita berteman dan bergaul dengan berbagai kalangan. Teman-teman yang datang dari berbagai daerah dan berbagai suku. Variasi kegiatan di pondok pula bermacam-macam. Mengaji, olahraga, dan sebagainya,” ujar putra KH. Saifuddin Zuhri tersebut.

“Mumpung adik-adik sekalian ini ada di tahap atau fase mondok, maka manfaatkan betul masa-masa emas ini. Kalau tidak, kita tidak mungkin kembali ke masa lalu kita. Karena saya senang masa-masa di pondok, ingin kembali juga tidak mungkin. Yang kedua, syukuri betul bahwa kita berkesempatan mengeyam pendidikan di pondok. Kita harus ingat, dari 258 juta penduduk Indonesia, tidak semuanya mendapatkan kesempatan untuk mondok”, lanjut Menag.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Beliau merasa menyesal, dahulu waktu di pondok kurang serius dalam hafalan. Baik, hafalah Al Quran, hadis-hadis, mahfudhoh (kata-kata penuh hikmah), dan sebagainya. Bagi beliau, itu semua sangat diperlukan, dimana pun para santri nantinya akan berkiprah. “Hafalan itu memperkaya khazanah keilmuan kita, di samping juga memotivasi kita,” tutur politisi PPP itu.

Menteri Agama Lukman Hakim berada di Jombang dalam rangka menhadiri Haul KH. Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Dalam acara itu hadir pula KH. Maimun Zubair dan sejumlah ulama. Semalam, Menag menginap di Dalem Kasepuhan Tebuireng dan paginya diminta untuk memberikan motivasi kepada para santri.

Acara berakhir dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Pengasuh, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Para santri berjajar berebut mushafahah dengan Sang Menteri. Tak sedikit juga santri dan pengurus yang mengabadikan momen langka tersebut melalui foto.


Pewarta:            Sutan Alam Budi

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaSemua tentang Haji
BerikutnyaBimbingan Ringkas Manasik Haji ke Tanah Suci (Bagian-1)