Aktivis Lingkungan Jombang Amik Purdinata menyampaikan materi tentang “Mari Hijaukan Bumi Kita Untuk Masa Depan yang Lebih Baik” kepada santri MASS Tebuireng pada Kamis (30/03/2017) di Aula Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3.

Tebuireng.OnlineKepedulian terhadap lingkungan dewasa ini memang tidak dapat dipungkiri lagi keminimanya. Mengingat, banyak kasus-kasus yang terjadi akibat krisis lingkungan alam di dunia akibat kurangnya kesadaran manusia akan hal itu. Namun, kesadaran itu tetap ada pada sebagian kecil masyarakat yang turut membantu pemulihan krisis lingkungan alam.

Hal itu yang coba ditumbuhkan oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’oyah (MASS) Pesantren Tebuireng dengan mengadakan Seminar Ilmiah dengan tema“Mari Hijaukan Bumi Kita Untuk Masa Depan yang Lebih Baik” pada Kamis (30/03/2017). Acara yang diadakan oleh Forum Sains Madrasah Aliyah (Fosma) Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng ini  diadakan di Aula H. Bachir Ahmad Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3.

Bapak Muhammad Shalahuddin, M.Pd., selaku Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng turut hadir dan menyampaikan sambutan. Beliau dalam sambutanya, bercerita sedikit tentang lingkungan alam dulu ketika beliau masih kecil yang tentunya sangat berbeda dengan lingkungan alam sekarang yang banyak tercemar.

Menurutnya, hal ini tidaklah lepas dari peran generasi sebelumnya dalam menyiapkan bekal untuk generasi berikutnya. Maka dari itu, beliau berpesan pada seluruh peserta untuk menjaga alam guna dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. “Maka tinggalkan yang baik untuk generasi-generasi kita yang akan dating,” tandas pria asal Mayangan Jogoroto tersebut.

Dalam acara tersebut, panitia juga menghadirkan Aktivis Brantas Berdaya dan pemerhati lingkungan Jombang, Amik Purdinata sebagai pemateri. Ia memaparkan secara gamblang tentang masalah-masalah krisis lingkungan dewasa ini. Secara garis besar ia menyebutkan tiga krisis di dunia yang dapat menciptakan kehancuran, yaitu krisis pemanasan global, krisis air, dan krisis moral.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut anggota relawan Peduli Pohon Jombang tersebut, sebenarnya masyarakat Indonesia memiliki ruh ‘gotong royong’. “Masyarakat Indonesia itu punya ruh yang namanya gotong royong,” ungkap Pendiri Komunitas Sekolah Sungai ini. Menurutnya, dengan gotong royong itulah masyarakat bisa menanggulangi krisis yang tengah terjadi selama ini.

Selain itu, ia juga memaparkan keistimewaan air hujan yang selama ini diremehkan memiliki banyak khasiat yang tidak kita duga sebelumnya, seperti dapat menghilangkan jerawat, menyembuhkan berbagai luka, dan lain-lain setelah dialiri listrik.

Ia juga menuntun para peserta untuk melihat kitab suci Al Qur’an yang menjelaskan tentang berbagai keistimewaan air hujan. Ia mencontohkan surah al Anfal ayat 11 yang menjelaskan bahwa air hujan itu dapat menyucikan, meneguhkan hati, membersihkan dari jejak syaitan, serta meneguhkan kedua telapak kaki manusia.

Setelah acara ditutup dengan do’a pihak MASS memberikan cindera mata kepada pemateri sebagaiu ungkapan terimakasih. Selepas itu, tidak sedikit dari peserta yang berswafoto di depan pintu aula seminar. Di sana, panitia juga menyediakan tempat khusus berfoto bagi yang ingin mengabadikan momen ini.

Tak hanya pemberian materi, selanjutnya para siswa juga diajak untuk praktik biotilik, yaitu pemantauan kesehatan sungai yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketercemaran suatu sungai. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh peserta seminar di area sungai depan Pesantren Tebuireng. Mereka diminta mengamati hewan apa saja yang mampu bertahan dalam sungai yang tercemar.

SebelumnyaAlumni PKL PMII Kota Santri Ziarahi Makam Pendiri NU di Jombang
BerikutnyaPondok Putri Tebuireng Gelar Wisuda Al Quran, Hadis, dan Purna Kelas 3