Tradisi Ngaji Pasaran Ramadan di Pesantren Tebuireng

644
Suasana salah satu sudut ngaji pasaran di Pesantren Tebuireng (Foto: Gilang)

Oleh: Faisal Aji*

Ramadan merupakan salah satu bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Keistimewaan yang dimiliki bulan Ramadan menjadikan umat muslim berburu kebaikan  di setiap detiknya, di mana setiap langkah bisa berubah menjadi sebuah kebaikan. Sama seperti halnya dengan santri Pesantren Tebuireng yang diprogram oleh pesantren untuk ikut berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan Ramadan setiap tahunnya.

Sama seperti pesantren lainnya, Pesantren Tebuireng masih menjalankan tradisinya di bulan Ramadan, yaitu mengadakan pengajian pasaran Ramadan dengan memberikan fasilitas terhadap santri untuk mengikuti pengajian pasaran Ramadan dengan memili secara bebas keilmuan yang diminatinya. Hal ini pun disambut gembira oleh para santri, karena terlihat dari partisipasi dan antusias mereka dalam mengikuti program pasaran tersebut.

Kenapa pengajian di bulan Ramadan itu disebut pasaran?  Penyebutan itu berasal dari sistematika dari pengajian tersebut yaitu dengan cara para santri memilih bidang ilmu yang di kehendakinya (seperti halnya di pasar) dengan melihat berbagai macam kitab yang tersusun pada kurikulum pesantren. Program Pengajian Pasaran Ramadan memiliki banyak varian fan ilmu seperti Hadis, fiqh, tasawuf, tafsir, dan lain sebagainya. Dengan ketentuan waktu setiap bakda shalat fardhu. Pengajian pasaran ini diadakan hanya ketika Ramadan saja sampai santri pulang berlibur.

Pesertanya pun bervariasi mulai dari santri mukim di Pesantren Tebuireng, santri kalong dari berbagai daerah, warga sekitar pesantren dan para alumni. Mereka biasaya berbondong-bondong datang untuk mengikuti program pengajian pasaran Ramadan tersebut untuk menimba ilmu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Keistimewaan pengajian pasaran Ramadan yang menjadi magnet para peserta yaitu banyaknya dewan pengajar yang kharismatik yang menjadi favorit para santri, ditambah banyaknya varian kitab yang dibacakan sehingga para peserta dapat menghantamkan banyak kitab dalam tempo yang relatif singkat.

🤔  Menjadi Manusia Sesungguhnya

Pengajian pasaran Ramadan Pesantren Tebuireng yang paling monumental sejak jaman dahulu adalah pengajian pasaran kitab Shahih Bukhori dan Shohih muslim yang berjalan secara estafetd dari generasi ke generasi. Mengapa demikian? Karena kedua kitab masyhur inilah yang memiliki sanad yang jelas hingga sampai kepada Rasulullah SAW dan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari juga dikenal sebagai ahli hadis.

Pengajian kedua kitab hadis paling kredibel inilah yang banyak mengundang santri kalong atau santri musiman dari berbagai pondok pesantren dan daerah di tanah Jawa untuk mengikuti pengajian Pasaran Ramadan di Pesantren Tebuireng. Keduanya juga menjadi kerinduan bagi setiap alumni Pesantren Tebuireng, karena hanya kitab ini yang dibaca paling nonstop setiap harinya. Ditambah, setelah khatam, para santri akan diberikan sanad dari sang pengampuh sebagai bukti bahwa santri tersebut mengikuti pengajian sampai khatam dan ilmu yang mereka dapatkan sambung kepada Rasulullah SAW, terpercaya, dan dapat di pertanggungjawabakan.

Berikut penulis sertakan. jadwal ngaji pasaran Ramadan 1439H di Pesantren Tebuireng:


*Mahasiswa Unhasy dak aktiv di Tebuireng Online