
Tebuireng.online— Siswa SMA Trensains berhasil meraih juara 1 dalam ajang Lomba Business Plan Muamalah Festival Vol. 7 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad (2/11/2025) di Gedung D RKB UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Tim yang beranggotakan Muhammad Arifian Ardiansyah, Alfin Naufal Falah, dan Ahmad Mughirah Arista Putra ini mengusung ide bisnis inovatif bernama Calsea, yaitu susu kedelai dengan ekstrak tulang ikan. Ide tersebut muncul karena banyaknya limbah tulang ikan tongkol di lingkungan pesantren yang selama ini dibuang begitu saja. Mereka berinisiatif mencari solusi agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, kandungan kalsium, mineral, dan omega 3 dalam tulang ikan menjadikan bahan tersebut potensial untuk dijadikan produk bergizi bagi masyarakat.
Produk susu tulang ikan ini memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan jantung, serta dapat dikonsumsi oleh semua kalangan dengan harga terjangkau dan kemasan yang praktis. Persiapan untuk mengikuti lomba ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Selama masa persiapan, pembimbing mereka, Ustadzah Rahma Nuriil Pahlefi, S.Pd., guru PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) sekaligus guru Geografi di SMA Trensains, memberikan pendampingan penuh mulai dari penyusunan proposal, memastikan ide bisnis sesuai tema lomba, melatih teknik menjawab pertanyaan juri, hingga membantu proses produksi agar hasilnya maksimal.
Baca Juga: 10 Siswi SMA Trensains Tebuireng Raih Prestasi IMOYA 2025 di Singapura
Ustadzah Rahma Nuriil Pahlefi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian anak didiknya. Ia mengatakan bahwa kemenangan ini bukan hanya hasil kerja keras para siswa, tetapi juga bukti bahwa ketika ilmu, usaha, dan doa dipadukan, Allah akan memberikan hasil terbaik. Melihat para siswa mampu bersaing dan tampil percaya diri dengan membawa konsep bisnis berbasis produk lokal menjadi kebahagiaan tersendiri.
Ia juga berharap agar prestasi tersebut tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, para siswa perlu terus mengembangkan ide bisnis yang telah mereka buat agar dapat diterapkan secara nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia berpesan agar kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan tetap rendah hati agar kelak mereka mampu menghadirkan solusi ekonomi kreatif yang membawa keberkahan di mana pun berada.
Muhammad Arifian Ardiansyah mengatakan bahwa keikutsertaan mereka berawal dari keinginan untuk mengharumkan nama sekolah. “Kami ingin mengharumkan nama sekolah dan akhirnya menemukan lomba yang sesuai dengan kemampuan kami. Alhamdulillah, kami bisa mengembangkan ide dan kreativitas hingga meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Baca Juga: Perjalanan Alumni Trensains Tebuireng ke ECOTON Indonesia
Sementara itu, Alfin Naufal Falah menuturkan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah saat membersihkan tulang ikan dan menghilangkan bau amisnya. “Tapi saat hari-H lomba, kami sangat percaya diri, jadi semua terasa lebih mudah,” katanya.
Sedangkan Ahmad Mughirah Arista Putra menambahkan bahwa mereka memilih ide tersebut karena sesuai dengan minat dan kemampuan tim. “Harapan kami, produk berbahan dasar tulang ikan ini bisa membantu memanfaatkan limbah sekitar agar lebih bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















