Sumber ilustrasi: www.google.com

Oleh: Putri Aqilla*

Latar merah yang membentang
menjadi sandaran benda tua
yang tersimpan sebagai sejarah
berapa banyak peluru yang dimuntahkan
untuk menghabisi pribumi

Setiap tembaknya berbunyi
tersirat air mata pertiwi
setiap tembaknya berbunyi
isyaratkan tumpah darah negeri ini

Angkat kembali pistol itu
seperti gerilyawan mengkudeta gudang senjata
tepatkan bidikan
lalu tembak

Teriakkan merdeka
meski tidak melawan penjajah

Dia tetap berdiam
di sini
dalam kaca
serupa lemari
seolah ingin bernyanyi kembali
tapi cukup dipandangi

Di sini
di museum ini

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaFatimah Binti Abdul Malik, Istri Khalifah yang Tidak Memilih Kemewahan
BerikutnyaHari Jadi ke-34, HIMASAKTI Bantu Buruh Gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta