
Tebuireng.online– Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman belakang Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Kamis malam (30/10/2025). Ratusan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul untuk mengikuti Pelantikan Pengurus Organisasi Daerah (ORDA) se-Jawa Timur dengan tema “Meneguhkan Semangat Persaudaraan dan Regenerasi Kepemimpinan ORDA se-Jawa Timur.”
Acara yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan khas santri ini dihadiri oleh para ustadz, perwakilan pengurus pondok, serta seluruh santri Tebuireng. Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat dan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai perwakilan.
Salah satu momen berkesan datang dari Ustadz Slamet Habib, Kepala Pondok Pesantren Tebuireng, yang memberikan nasihat penuh makna kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau mengajak santri dan pengurus ORDA untuk meneladani semangat santri Tebuireng tempo dulu yang dikenal disiplin, taat guru, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
“Dulu para santri belajar dengan semangat tinggi, tapi bukan hanya semangatnya yang penting, melainkan juga ketaatan kepada guru dan kepatuhan terhadap aturan pondok,” tutur Ustadz Slamet Habib.
Beliau kemudian mengenang masa awal mondok di Tebuireng pada tahun 1991 saat diasuh oleh KH. Yusuf Hasyim. Dari pengalaman itu, beliau menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari kepintaran, tetapi juga dari sikap dan adab yang ditanamkan selama belajar di pesantren.

Dalam sambutannya, beliau menyebutkan lima prinsip dasar santri Tebuireng yang perlu dijaga dan diamalkan, yaitu:
- Ikhlas dalam niat dan amal,
- Jujur dalam ucapan dan perbuatan,
- Bertanggung jawab atas amanah yang diemban,
- Kerja keras dalam menuntut ilmu dan mengabdi,
- Tasamuh (toleransi) dalam berinteraksi dengan sesama.
“Kalau lima nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, InsyaAllah santri Tebuireng akan tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berilmu barokah, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Mencetak Pemimpin Berakhlak, Tebuireng Gelar Pelantikan Pengurus ORDA Se-Jatim
Beliau juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu, adab, dan spiritualitas.
“Ilmu tanpa adab akan melahirkan kesombongan, adab tanpa ilmu akan menyesatkan, dan keduanya akan sia-sia tanpa keikhlasan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Slamet Habib berpesan kepada pengurus ORDA yang baru dilantik agar menjadi teladan bagi santri lainnya dalam hal tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. ORDA, menurutnya, bukan sekadar wadah organisasi, tetapi tempat belajar kepemimpinan santri yang berkarakter dan berakhlak.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus ORDA secara resmi, pembacaan ikrar, Mauidzhoh Hasanah, serta doa bersama. Ustadz Slamet Habib menutup pesannya dengan kalimat yang menggugah semangat para santri.
Baca Juga: Organisasi Daerah (ORDA) Cikal Bakal Lahirkan Pemimpin dari Pesantren
“Kalau kamu di Tebuireng mau sukses, ikuti aturan pondok. Karena aturan pondok itu bukan membatasi, tapi membimbing agar kamu jadi orang yang barokah.”
Tepuk tangan hangat dari seluruh peserta menandai akhir acara. Banyak santri yang tampak terinspirasi oleh pesan-pesan yang disampaikan, meneguhkan semangat mereka untuk terus berjuang dan berproses menjadi santri yang berilmu dan berakhlak mulia.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















