Sujud di Malam Ramadan

32

Sepertiga Malam yang Bergetar
ketika sunyi menjadi lebih dalam
di sepertiga malam
doa terasa sangat bergetar di ujung nafas.

langit seolah terasa dekat
dan hati yang letih
belajar mengetuk pintu sang rahmat

pada waktu yang hening itu
manusia hanyalah seorang hamba
yang rindu pulang kepada tuhannya


Lapar yang Bertasbih
bukan sekadar kosong di perut
lapar hari ini
adalah sabar yang berdzikir

setiap detik puasa
mengajarkan lidah untuk diam
dan hati yang cukup

sampai adzan maghrib datang
dan segelas air terasa
bagai rahmat yang turun dari langit


Sujud dalam Sunyi Ramadan
dengan doa yang lirih
dahi menyentuh bumi
dengan alas sajadah

sunyi ramadan
menyimpan bisikan harap
yang tak terdengar oleh manusia

dalam sujud yang panjang
seorang hamba belajar
betapa sangat kecil dirinya di hadapan tuhan

sehelai sajadah di bulan suci
di sudut kamar yang tenang

terbentanglah sajadah
yang menunggu langkah seorang hamba

di atas sajadah
ada air mata dan doa
yang seringkali jatuh bersamaan

ramadan mengajarkan
bahwa pulang kepaada tuhan
sering dimulai dari sajadah yang sederhana



Penulis: Nabila Rahayu
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online