Jurnalis dan penyiar senior di Radio Suara Tebuireng, Robi’ah Malayati menerangkan tentang kerja jurnalis kepada siswa-siswi SMPPTN Paculgowang,pada Jumat (29/09/2017).

Tebuireng.online— Memahami dunia sekitar salah satunya dilakukan melalui kerja jurnalistik. Untuk itu, demi mengasah kesadaran akan peristiwa yang terjadi di sekitar, sejumlah siswa-Siswi SMP Terpadu Tarbiyatun Nasyiin (SMPTTN) Paculgowang mengikuti pelatihan jurnalistik pada Jumat (29/09/2017), yang diselenggarakan di ruang kelas gedung sekolah tersebut.

Pelatihan dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipandu oleh Robi’ah Malayati, Crew dan Jurnalis di Radio Suara Tebuireng Jombang. Pelatihan diawali dengan pengenalan dan pemahaman seputar Jurnalistik dan kerja jurnalis. Selanjutnya, peserta melakikan praktek penggalian data mulai dari wawancara, observasi dan penggalian data pendukung.

“Senjata seorang wartawan adalah pertanyaan. Karena itu, seorang wartawan harus pintar-pintar untuk bertanya,“ ungkap perempuan yang juga aktif di taman baca Abukus Mojowarno tersebut.

Selain itu, lanjutnya, seorang wartawan harus berani dan memiliki ketahanan mental. Sehingga, tidak akan takut ketika menghadapi narasumber dari berbagai latarbelakang.

Selain simulasi wawancara, peserta juga diajak untuk menyusun berita dengan baik. Berita yang baik, menurut Robiah, adalah berita yang mampu menjawab kebutuhan khalayak dan disajikan dengan bahasa yang tidak boros kata dan komunikatif. “Sehingga pesan berita bisa tersampai pada pembaca,” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Barrorotul Bariroh, Wakasek Bidang Kesiswaan SMPTTN Paculgowang mengaku, inisiatif diselenggarakannya pelatihan tersebut, untuk mengasah kecakapan anak didik dalam menulis. Selain itu, agar anak juga termotivasi untuk banyak membaca. “Sebab, membaca dan menulis akan sangat berguna sebagai bekal bagi siswa, bahkan sampai nanti-nanti,” ungkapnya.

Tindak lanjut dari pelatihan ini, lanjut wanita asal Gresik tersebut, siswa-siswi akan menuangkan karya tulisnya dalam sebuah mading atau majalah dinding. “Mading sudah disediakan dan dikelola oleh OSIS. Nantinya saya berharap siswa-siswi lebih produktif dalam menuangkan karya tulisnya,” tuturnya.

Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari setiap kelas. Mereka adalah para penggerak jurnalistik sekolah tersebut. Mereka mengikuti kelas jurnalistik ini sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.


Pewarta:            Faisal/Naila/ Siswa SMPPTN Paculgowang

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaHikmah Kisah di Balik Ibadah Sa’i
BerikutnyaPeringati Tragedi 1965, Santri Tebuireng III Hajarunnah Riau Nobar Film G30SPKI.