
Tebuireng.online– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi SMA Trensains Tebuireng. Dua siswi kelas X Sains 6, Soraya Aulia Abror dan Azkadina Kanzia Nadhifah, berhasil meraih medali dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Institute of Mathematics and Science Olympiad (IMASO).
Baca Juga: Santri SMA Trensains Tebuireng Raih Medali Perak IMASO 2026
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu (16/5/2026) tersebut berhasil mengantarkan Soraya meraih Medali Perak, sementara Azkadina membawa pulang Medali Perunggu.
Pembimbing Olimpiade Bahasa Inggris SMA Trensains Tebuireng, Ustadzah Mia Nurmaningsih, S.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan sebelum lomba.
“Persiapan dimulai beberapa bulan sebelum pelaksanaan lomba. Para peserta terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi dan pemetaan kemampuan bahasa Inggris untuk mengetahui materi yang perlu diperkuat,” ujar Ustadzah Mia.
Setelah proses pemetaan kemampuan, para peserta mengikuti bimbingan rutin yang berfokus pada peningkatan kemampuan grammar, vocabulary, reading comprehension, serta critical thinking. Dalam setiap sesi pembinaan, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih mengerjakan berbagai soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya.
“Dalam setiap sesi latihan, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengerjakan berbagai soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya. Saya memberikan pembahasan mendalam mengenai strategi menjawab soal dengan cepat dan tepat, terutama untuk soal-soal yang membutuhkan analisis tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: SMA Trensains Tebuireng Ukir Prestasi di Kompetisi Debat Bahasa Inggris Puspresnas 2026
Selain penguatan materi, para peserta juga dibiasakan mengerjakan simulasi ujian untuk melatih kemampuan mengatur waktu selama kompetisi berlangsung. Setiap kesalahan yang ditemukan dalam latihan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kemampuan pada pertemuan berikutnya.
Menurutnya, menjaga konsistensi belajar menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi peserta selama masa persiapan, mengingat padatnya kegiatan sekolah dan pesantren.
“Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi belajar di tengah kesibukan kegiatan sekolah dan pesantren. Namun, dengan komitmen yang kuat serta dukungan dari pihak sekolah, para peserta mampu menjalani proses tersebut dengan baik,” tuturnya.
Kerja keras, ketekunan, dan doa yang menyertai proses tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Prestasi yang diraih Soraya dan Azkadina menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Baca Juga: Prestasi Gemilang! Santri SMA Trensains Tebuireng Juara 1 Olimpiade Sains USU
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh akan menghasilkan pencapaian yang membanggakan serta menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang akademik,” pungkas Ustadzah Mia.


















