
Tebuireng.online— Siswa SMP Sains Tebuireng menorehkan prestasi di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 yang diselenggarakan di MAN 2 Jombang sejak April hingga Ahad 24 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, para siswa berhasil meraih penghargaan di cabang pantomim dan ilustrasi setelah bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Empat Guru SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi di Ajang GTK Berprestasi 2026
Pada cabang pantomim, dua siswa SMP Sains Tebuireng yakni Syandana Fadly Mustofa kelas 8D dan Wirangga Ghifary Mahandys kelas 8F berhasil meraih Juara Harapan 3. Mereka harus bersaing dengan 26 grup pantomim yang masing-masing terdiri dari dua peserta.
Wirangga Ghifary Mahandys mengungkapkan bahwa persiapan lomba dilakukan secara matang, mulai dari membangun konsep penampilan hingga menciptakan adegan yang menarik perhatian juri.
“Kami mempersiapkan bagaimana caranya membuat juri tertarik dengan penampilan yang disuguhkan, seperti membuat adegan lucu maupun menegangkan,” ujarnya.
Namun, sebagai pemula di dunia pantomim, Wirangga mengaku masih menghadapi sejumlah kesulitan, terutama dalam memahami penggunaan lagu dan efek suara agar penampilan terlihat lebih harmonis.
“Menurut saya yang paling sulit dimengerti itu dari segi lagu dan sound effect. Walaupun tidak terlalu mempengaruhi poin, tapi itu mempengaruhi penampilan dan momen,” katanya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Perunggu Science Olympiad 2026
Sementara itu, Syandana Fadly Mustofa mengaku telah menggeluti dunia pantomim sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya pada seni pantomim tumbuh karena pengalaman meraih prestasi sejak kecil.
“Saya menggeluti dunia pantomim sejak SD karena menurut saya dunia pantomim ini sangat menyenangkan dan seru,” tuturnya.
Baginya, salah satu hal paling menarik dalam perlombaan tersebut adalah persaingan yang berlangsung sangat sengit sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni peran tanpa dialog itu.
Selain cabang pantomim, prestasi juga diraih pada cabang ilustrasi. Najma Azzahraa kelas 8A berhasil meraih Juara 3 ilustrasi, sedangkan Zhafirah Audrey kelas 8A memperoleh Juara Harapan 3 ilustrasi. Pada cabang ini, para peserta harus bersaing dengan 43 peserta lain dan menyelesaikan karya dalam waktu lebih dari lima jam.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Silver Medal di MORPH 2026
Najma menjelaskan bahwa lomba ilustrasi merupakan kompetisi menggambar yang memiliki makna tertentu dan mampu menyampaikan cerita kepada para pengamat melalui unsur estetika dan kreativitas.
Ilustrasi yang dibuat Najma mengangkat tema dua dimensi yang saling terhubung di Kabupaten Jombang. Ia menghadirkan sisi mistis dan sakral melalui sosok Kebo Kicak di tengah suasana hutan yang suram, dipadukan dengan Tari Remo dan budaya besutan sebagai simbol pelestarian budaya Jombang.
“Maknanya adalah melestarikan budaya Jombang,” jelasnya.
Ia mengaku membutuhkan waktu sekitar lima jam lima puluh menit untuk menyelesaikan ilustrasi tersebut. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah konsep gambar yang cukup rumit dengan detail karakter kecil dan proses pewarnaan serta shading yang sulit dimaksimalkan dalam waktu terbatas.
Sementara itu, Zhafirah Audrey mengaku telah menyukai dunia ilustrasi sejak taman kanak-kanak. Menurutnya, menggambar menjadi cara untuk mengekspresikan diri melalui goresan di atas kertas.
“Sejak TK saya sudah mengekspresikan diri lewat gambar dan dari sana saya mulai menyukai kegiatan itu sampai sekarang,” ujarnya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Juara 1 Olimpiade IPA Nasional OSIRIS
Meski merasa lelah selama perlombaan, Zhafirah tetap bersyukur dapat menjadi perwakilan sekolah dan bertemu dengan banyak peserta berbakat dari berbagai sekolah.
“Saya serahkan semuanya kepada Allah, mau juara atau tidak saya tetap senang bisa menjadi perwakilan sekolah,” katanya.
Ia juga menilai sistem perlombaan ilustrasi sangat menarik karena peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Jombang ke tingkat provinsi.


















