Tim Turats Tebuireng Gelar Studi Banding ke Nahdlatut Turats Madura

90
Salah satu aktivitas studi banding Tim Turats Tebuireng (foto: timturats)

Tebuireng.online— Tim Turats Tebuireng melaksanakan kunjungan studi banding ke Nahdlatut Turats yang berlokasi di Madura, pada Selasa–Rabu (26–27/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh empat anggota, yakni Viki Junianto, Moh. Minahul Asna, Falich Haidar Al-Habsy, dan Hilmi Mustofa. Studi banding ini difokuskan pada dua hal utama: melihat langsung proses preservasi manuskrip dan mempelajari teknik layout kitab.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Mas Nahel, salah seorang mahasiswa yang pernah membantu di Nahdlatut Turats. Sebelum kegiatan dimulai, tim juga berkesempatan bertemu dengan Lora Usman. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian dalam proses belajar.

Baca Juga: Menindaklanjuti Temuan di Kudus, Tim Turats Sowan ke Pengasuh Tebuireng

“Kami lebih senang teman-teman dari luar itu bisa mandiri. Selebihnya bisa dilakukan secara online. Jangan berhenti. Bangunan ini pun semua dari kitab,” pesannya.

Tim Turats Tebuireng foto bersama Tim Nahdlatut Turats yang berlokasi di Madura.

Agenda berikutnya adalah pelatihan layout kitab yang dipandu oleh Mas Jalil. Dari kegiatan ini, peserta menyadari bahwa menyusun layout kitab memiliki tantangan tersendiri. Viki Junianto bersama rekan-rekan mengungkapkan bahwa layout kitab ternyata jauh berbeda dengan layout biasa sehingga memerlukan keahlian khusus dan ketelitian yang lebih mendalam.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Mengadakan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Turats Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Selain itu, tim Turats Tebuireng juga berdiskusi dengan Mas Ivan mengenai pentingnya preservasi manuskrip. Ia menjelaskan bahwa menjaga kelestarian naskah kuno bukan hanya soal penyimpanan fisik, melainkan juga bagaimana merawat, mendigitalisasi, dan menyebarkan pengetahuan yang terkandung di dalamnya kepada generasi berikutnya.

Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi Tim Turats Tebuireng. Studi banding ke Nahdlatut Turats tidak hanya memperkaya wawasan tentang teknis preservasi dan layout kitab, tetapi juga memperkuat semangat untuk terus menjaga warisan intelektual Islam agar tetap hidup dan relevan di era digital.



Pewarta: Moh. Minahul Asna
Editor: Rara Zarary