Sinergi Militer dan Akademisi, Pesantren Tebuireng Gelar Diklat Kader Pembina Angkatan ke-22

123
puluhan calon pembina digembleng secara intensif di Balai Diklat Pesantren Tebuireng, kawasan SMA Trensains, Jombok, Ngoro, Jombang, Senin (16/02/2026). Foto: Panitia

Tebuireng.online- Pesantren Tebuireng kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak kader pembina santri yang berkualitas. Melalui Diklat Pendidikan dan Pelatihan Kader Pesantren Angkatan ke-22, puluhan calon pembina digembleng secara intensif di Balai Diklat Pesantren Tebuireng, kawasan SMA Trensains, Jombok, Ngoro, Jombang, Senin (16/02/2026).

Kegiatan tahunan ini merupakan langkah strategis pesantren untuk menyiapkan tenaga pembina yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi teladan (uswatun hasanah) bagi para santri.

Untuk membentuk mental dan kedisiplinan yang kokoh, Pesantren Tebuireng kembali menggandeng Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) V/Brawijaya Malang. Kerja sama yang telah terjalin selama sebelas tahun ini dinilai menjadi kunci sukses dalam melahirkan pembina yang disiplin.

“Dalam hal kedisiplinan, tentara adalah solusi yang tepat untuk melatih para calon kader. Selama 11 tahun keterlibatan Rindam V Brawijaya, hasil atau output yang dirasakan sangat memuaskan,” ujar Ustadz Imam Thaha Masyhuri, M.MA., dalam sesi wawancara di lokasi diklat.

Peserta diklat tahun ini diambil dari mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari semester 7. Mereka diproyeksikan untuk menjalankan masa pengabdian selama tiga tahun di berbagai unit di bawah naungan Pesantren Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ada yang berbeda pada pelaksanaan diklat tahun ini. Panitia menghadirkan inovasi berupa dua tahapan magang bagi para peserta. Sesi pertama difokuskan pada riset lapangan untuk memahami dinamika dan kondisi riil santri. Sementara sesi kedua merupakan tahap implementasi ilmu sekaligus penempatan resmi sebagai kader pembina.

Guna membekali peserta dengan kemampuan komprehensif, diklat ini menghadirkan pakar dari berbagai institusi ternama, seperti Universitas Airlangga (Unair), UIN, dan Universitas Islam Malang (Unisma). Materi yang diberikan meliputi lintas disiplin ilmu, mulai dari psikologi remaja, teknik public speaking, manajemen kepesantrenan, hingga materi kesehatan.

Selain pakar akademisi, para kiai dan bunyai senior juga turun langsung memberikan wejangan spiritual dan metode kepembinaan khas Tebuireng. Ustadz Imam berharap para calon pembina ini tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki ketulusan dalam mendidik.

“Kami berharap calon pembina angkatan ke-22 ini mampu menerapkan ilmu yang didapat, menjadi teladan yang sabar, dan telaten dalam mendidik santri. Mereka harus menjadi sosok pembina yang diharapkan oleh Pondok Pesantren Tebuireng,” pungkasnya.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan