Gelar Halalbihalal di Sunan Drajat, IKAPETE Jatim Siap Bedah Strategi Ekonomi Santri untuk Negeri

174
Ikapete Jawa Timur

Tebireng.online- Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Jawa Timur bersiap menggelar agenda besar bertajuk Halalbihalal dan Diskusi Panel pada 3 April 2026 mendatang. Mengusung tema “Maksimalisasi Ekonomi Santri untuk Negeri”, kegiatan ini akan dipusatkan di Hall Pusat Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.

Agenda ini dirancang sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar-alumni lintas generasi sekaligus meneguhkan komitmen Ikapete dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

Diskusi panel ini direncanakan menghadirkan deretan narasumber berkompeten di bidang kebijakan publik dan ekonomi. Di antaranya adalah Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menko Pemberdayaan Masyarakat RI Dr. (HC) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., serta Menteri Haji dan Umrah RI Dr. H. Muhammad Irfan Yusuf, M.Si.

Selain itu, Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Dr. H. Anas Al Hifni, SEI., M.Si., juga dijadwalkan hadir untuk membedah strategi kewirausahaan santri di tengah dinamika ekonomi global.

Ketua Panitia Pelaksana, KH Raden Zainul Musthofa, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Ponpes Sunan Drajat memiliki nilai filosofis yang kuat. Menurutnya, Kanjeng Sunan Drajat dikenal sebagai anggota Wali Songo yang sangat menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan aktivitas sosial yang produktif.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kami ingin para alumni dapat merumuskan langkah konkret dalam pengembangan jejaring usaha serta penguatan inovasi ekonomi berbasis pesantren. Selain diskusi, kami juga akan melaksanakan mujahadah di makam Kanjeng Sunan Drajat agar acara ini lebih bermakna secara spiritual,” ujar pria yang akrab disapa Gus Raden tersebut.

Sebagai Ketua Ikapete Kabupaten Lamongan, Gus Raden juga menghimbau seluruh anggota Ikapete di wilayah Jawa Timur untuk hadir dan mensukseskan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kehadiran dalam forum alumni merupakan bentuk perkhidmatan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan para dzurriyah.

“Sebagaimana yang sering disampaikan oleh Gus Fahmi, anggaplah undangan ini datang langsung dari Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari. Jika bukan kita sebagai alumni yang menguatkan acara ini, lalu siapa lagi? Mari hadir sebagai bentuk pengabdian kita kepada Tebuireng,” tegas Gus Raden penuh semangat.

Acara yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB ini diharapkan mampu melahirkan gagasan segar mengenai keterlibatan santri dalam ekosistem entrepreneurship nasional, sehingga santri tidak hanya unggul dalam bidang agama tetapi juga mandiri secara finansial.


Pewarta: Syafik Hoo

Editor: Sutan