Seruan Khidmah

85
Santri sedang berdoa (sumber: tebuirengonline)

Sketsa Kita Kabeh Itu Semua
Dari sajak-sajak guruku
Kami melihat perigi di aliran nestapa
Berkelindan… terkeping nutrisi
Mensinergi nur ilmu, membubuhkan intuisi

Kawula-kawula berbancuh di bentala
Menumpangi ornamen lakon busana
Menggagahkan diri, melupakan dari

Yang gagah!
Bukankah menjadi bisa, karena bila?
Yang dari!
Bukankah bisa melarikan basi, menjadi terhiasi?

Lantas apa yang mau dikesombongkan?
Jikalau gagah butuh rendah, rendah butuh gugah

Menjadi bisa karena bila, bila mana dari basi
Kama Qola…
“Mergo kabeh itu semua”


SERUAN KHIDMAH
Madrasah-madrasah mencuar di mana saja
Mumbung kelimun bersimpuh di sana
Mengais ilmu
Me-ro’an-i lubuk kalbu

Belajar ialah rona guna
Memantaskan nafsi sebagai manusia
Giat ialah perlu, tapi implementasi juga dicumbu

Sebab…
Ilmu untuk manusia, manusia bakal liyannya
Kama Qola…
“70% ilmu akan berguna dengan ber-khidmah kepada siapa jua.”


ABA-ABA BIASA SAJA
Di setiap fragmen kisah
Banyak gagah tuk beroleh bilah
Banyak parah menjadi belah
Banyak buras menang kalah

Terlalu bias meng-Akukan
Terlalu lupa mendoakan
Lupa akan pasrah
Lena pernik parak suratan indah

Nir- panik tergesa
Nir- plin-plan segera
Kama Qola…
“Wes, yang biasa-biasa saja.”



Penulis: M. Azka Ulin Nuha
Editor: Rara Zarary

 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online