sumber gambar: diarydravia/wordpress.com

Obat tati ada lima perkara
yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
yang kedua, shalat malam dirikanlah
yang ketiga, berkumpulah dengan orang saleh
yang keempat, perbanyak berpuasa
yang kelima, zikir malam perpanjanglah

Buku ini mengupas tentang obat hati atau lazimnya orang menyebut dalam istilah Jawa tombo ati. “Ketika urusanmu dengan Tuhan perlahan kau selesaikan, maka urusanmu dengan sesama manusia, perlahan akan diselesaikan oleh-Nya.”

Buku ini memberikan nasihat pada kita agar selalu mengingat Allah. Sehingga hidup kita akan tenteram dan damai dari penyakit-penyakit hati. Saat kita berhadapan dengan kondisi yang sulit, diterkam kecemasan, dilanda kesedihan, serta merasa hidup penuh dengan tekanan yang tiada ujungnya, saat itulah kita harus sadar bahwa kita punya Tuhan yang senantiasa memberikan hal terbaik untuk diri kita.

Bagi kaum awam buku ini mudah untuk dipelajari dan mudah dipahami. Namun, menurut saya banyak kalimat yang tidak efektif. Sebagian kalimat nya diulang-ulang pada sub bab yang satu dengan yang lain. Buku ini memang sebagian memberikan ilmu tasawuf kepada kita. Namun kurang detail dalam menjelaskan sesuatu hal terkait ketasawufannya.

Selain dengan menggunakan bahasa Indonesia buku ini juga memberikan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Selain itu didalamnya juga tercantum dalil aqli terkait dengan beberapa peneliti yang meneliti akan kebenaran obat hati dalam sehari-hari. Sehingga menimbulkan suatu kepercayaan dari orang yang membacanya. Terutama bagi orang non muslim ataupun kaum awam lainnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Buku ini juga memberikan doa kepada orang yang melakukan obat hati (sopo biso ngelakoni, mugi-mugi Gusti Allah nyembadani) dan mengajak kepada pembaca untuk belajar melakukannya sedikit demi sedikit sehingga mampu mencapai puncak keistikamahan.

Sesuatu yang sulit dilakukan akan menjadi mudah dilakukan jika sudah biasa melakukan. Dan sesuatu yang biasa dilakukan adalah karena sudah terbiasa. Agar kita mampu terbiasa maka kita harus belajar sedikit demi sedikit.

Bukunya tidak terlalu tebal, tulisannya mudah dipahami oleh pembaca. Buku ini pantas untuk dibaca oleh siapapun, akan tetapi bagi mereka yang sudah tingkatan tinggi tentunya kurang puas akan penjelasan isinya.

Jika tidak ada bahu untuk bersandar, maka sungguh, setiap saat tetap ada lantai untuk kita bersujud. Tetaplah semangat, jangan putus asa meskipun menghadapi masalah sebesar apapun. Disuatu kesulitan itu pasti ada kemudahan, yakinkan lah hatimu akan ayat-Nya.

Setelah membaca buku ini pembaca diharapkan termotivasi dan mampu mendekatkan diri kepada-Nya serta diberikan kemudahan dalam melangkah menghadapi dunia tipu-tipu.

Judul buku: Me + God = Enough
Penulis: Ahmad Rifa’i Rif’an
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit: Cetakan ke-4 Desember 2016
Tebal: 169
Pengulat: Niken Widia Ningrum (siswa “Sekolah Membaca” Majalah Tebuireng)

SebelumnyaPesantren Tebuireng Kini Miliki Cabang Baru di Temanggung
BerikutnyaSarjana Mimpi