Santri Gondang Pekalongan Rihlah Studi dan Ziarah ke Pesantren Tebuireng

50
Ratusan santri Gondang Pekalongan belajar ke Pesantren Tebuireng (foto: Irsyad)

Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng menerima kunjungan rombongan dari Pondok Modern Gondang Wonopringgo Pekalongan pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rihlah studi sekaligus ziarah yang diikuti ratusan santri beserta para guru pendamping. Acara penyambutan berlangsung hangat dengan diisi sambutan, mauidhoh hasanah, serta pengenalan lingkungan pesantren kepada para tamu.

Dalam sambutannya, Gus Abdul Mughni selaku Mudir IV Bina Insani Tebuireng menyampaikan, pentingnya ilmu dan akhlak bagi para santri. “Ilmu itu penting. Ingin mulia di dunia harus pakai ilmu, di akhirat juga. Jadi tugas sampean semua belajar, jangan sampai menyia-nyiakan waktu belajar di pondok,” ujarnya.

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Sambut Kunjungan Kepala BIN RI dalam Rangkaian Safari Ramadan

Ia juga menekankan bahwa santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, namun juga ilmu umum agar mampu memahami keduanya secara seimbang. “Jangan hanya ilmu agama, tapi ilmu umum juga harus dipelajari biar santri bisa ngerti ilmu agama dan umum,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh tindakan yang dilakukan dengan dasar akhlak yang baik akan membawa keselamatan dan keberkahan dalam kehidupan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Segala sesuatu tindakan kita kalau didasari akhlak yang baik insyaallah akan selamat,” tuturnya.

Baca Juga: Ziarah ke Tebuireng, Ketua KPPU RI Ungkap Alasan Kagumi Sosok Gus Dur

Santri saat ziarah ke Maqbarah Masyaikh Pesantren Tebuireng (foto: irsyad)

Sementara itu, amanah kepesantrenan disampaikan oleh Pak Lukman BA yang menegaskan bahwa keberkahan ilmu sangat erat kaitannya dengan akhlak dan kepatuhan santri kepada guru.

“Keberkahan ilmu itu bukan karena pinternya, alimnya, tapi akhlaknya. Yang paling utama saat menuntut ilmu harus sami’na wa atho’na. Kita harus patuh kepada guru, kiai, bu nyai kita. Apa pun yang diperintah kita tidak boleh menolak, kita terima dengan ikhlas,” ungkapnya.

Baca Juga: Optimalkan Persiapan Studi Lanjut, MASS Tebuireng Gelar Sosialisasi dan Expo Kampus 2026

Ia mencontohkan bahwa tugas sederhana seperti membersihkan serambi masjid dapat menjadi wasilah keberkahan ilmu apabila dijalani dengan hati yang ikhlas.

“Sekalipun disuruh ngepel serambi masjid, wasilah itulah yang akan mengantarkan kita santri manfaat barokahnya. Hati kita harus ikhlas, bersih, ridha kepada guru kita maka ilmu akan cepat masuk ke dalam diri kita. Kalau kita penuh kesombongan dan riya’, maka ilmu akan susah masuk ke dalam kita,” lanjutnya.

Kepala Pondok Modern Gondang Wonopringgo Pekalongan, Ustadz Ahmad Muslih Al Baihaqi, menjelaskan bahwa kunjungan ke Tebuireng menjadi salah satu rangkaian rihlah studi dan ziarah pesantren yang diikuti oleh santri kelas 7 dan 8.

“Tujuan ke Tebuireng ini mengisi kegiatan dalam rangka rihlah studi sekaligus ziarah ke pondok, sebagai lanjutan santri nantinya mau lanjut ke mana. Kami lakukan saat kelas 9 sedang ujian, jadi yang ikut kelas 7 dan 8. Total ada 195 santri dan 20 guru,” jelasnya.

Setelah dari Tebuireng, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ziarah dan studi ke beberapa pesantren lainnya di Jawa Timur.

“Ziarah ke makam, selanjutnya ke Trensains Jombok, kemudian ke Lirboyo Kediri. Sebelumnya juga dari Pondok Tegalrejo Magelang,” katanya.

Baca Juga: Ziarah Lintas Iman, Ceng Beng Gus Dur Komunitas Tionghoa Kenang Keteladanan Bapak Bangsa

Ia mengaku bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan pihak Tebuireng kepada rombongan mereka. Menurutnya, para santri sangat antusias mendapatkan nasihat dan pitutur dari para sesepuh pesantren.

“Alhamdulillah sesuai latar belakang norma-norma kesalafiyahan yang masih melekat. Tadi juga diberi mauidhoh dari para guru sepuh. Bagi kami, santri-santri masih haus mauidhoh dan pitutur dari sesepuh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik selama berada di Tebuireng. “Kami juga mengucapkan terima kasih sudah disambut dengan baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Ahmad Muslih menjelaskan alasan memilih Trensains sebagai salah satu tujuan studi santri mereka karena dinilai mampu menggabungkan pendidikan agama dan sains modern.

“Kenapa memilih Trensains, karena memang sebagian santri kami ada yang mau ke salaf, tapi sebagian juga mau yang umum dan lebih modern. Di antaranya yang kami dengar di Jombang ini adalah SMA Sains. Alumni-alumni kami dulu juga sudah ada yang di sana, semoga bisa membimbing adik kelasnya,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary