Sumber gambar: https://studiojoslizen.wordpress.com

Cemas

Angin malam berkesiur

mengaduhkan kecemasanku

O, bulan gemetar

menyebut namaMu; rapuh

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

bintang mendidihkan rasi

di jantung gelap paling rahasia.

 

betapa pengap udara malam ini, tanpa embusan rinduMu?

perasaanku layu

teduh halimun

langit lain masih gagu

menunggu jalan taubatku yang masih ditawan senja.

 

 

Cermin

Allahummaa kamaa hassanta kholqi fahassin khuluqii..

ia tak suka berdoa setelah sholat tapi ia pendoa yang baik ketika di depan cermin..

ada sesuatu yang memantul selain yang sengaja ia tampakkan, ialah kelemahannya yang selalu ia dandani.

cermin ini pernah melukai parasnya; bahkan menelanjangi jiwanya.

di hadapan cermin pun, ia sering membohongi perasaanya.

menertawai kesedihannya

mencela kesepiannya

dan membenci dirinya.

tapi, di hadapan Tuhan; apakah ia masih punya amalan untuk membelanya?

 

 

Ada Yang (Masih) Bisa Kita Dengarkan

Ada yang (masih) bisa kita dengarkan

dari kesunyian

dari kesedihan

dari langkah perpisahan

 

ialah, kejanggalan hidup

yang tak bisa kita hindari

kita berlari

seolah pergi

tanpa diketahui

 

nyatanya, lagu-lagu sumbang

mampu menghadirkan elegi

yang lebih manusia

daripada melarikan diri

 

 

*Penulis ialah mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Surabaya

SebelumnyaPahami Teori Sekolah, Siswi MASS Ikuti Observasi dan Studi Kampus
BerikutnyaEnglish Camp, Cara SMA A. Wahid Hasyim Kuasai Kurikulum Cambridge