Refleksi HSN, Mudir Ma’had Aly Tebuireng: Santri adalah Pewaris Perjuangan Ulama

87
Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., memberikan sambutan pada kegiatan Refleksi Hari Santri Nasional yang bertema “Mengokohkan Marwah Pesantren di Tengah Krisis Kepercayaan dan Tantangan Zaman” pada Selasa, 28 Oktober 2025. Foto: Fatih

Tebuireng.online- Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., memberikan wejangan mendalam pada kegiatan Refleksi Hari Santri Nasional yang bertema “Mengokohkan Marwah Pesantren di Tengah Krisis Kepercayaan dan Tantangan Zaman” dengan pemateri Dr. Mohamad Anang Firdaus, M.Pd.I., dan Ning Ema Rahmawati, S.Fil., M.A. Acara yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini digelar di Aula Lantai 1 Ma’had Aly pada Selasa, 28 Oktober 2025, dan dihadiri seluruh dosen, asatidz, dan mahasantri.

Dalam sambutannya, KH. Ahmad Roziqi menegaskan kembali jati diri seorang santri. Menurutnya, “Seorang yang dinamai santri itu adalah dia yang mengikuti ajaran kiai dan ulama.”

Untuk bisa benar-benar mengikuti para kiai, lanjut beliau, seorang santri harus mengenal jejak perjalanan ulama, mengingat nasehat-nasehat mereka, dan memahami bagaimana mereka berjuang menuntut ilmu, beribadah, serta berkhidmat di tengah masyarakat. Santri sejati dituntut meneladani akhlak, mengingat nasihat, serta memahami jejak perjuangan ulama sebagai pewaris para nabi.

Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya refleksi ini, yang dinilai sangat penting untuk membangkitkan semangat para mahasantri sebagai calon kader ulama masa depan. Ia mengingatkan bahwa musuh utama manusia bukanlah orang lain, melainkan kebodohan.

KH. Ahmad Roziqi juga menyinggung peran sentral santri dalam sejarah kemerdekaan bangsa. “Siapa yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini jika bukan para santri pesantren? Siapa yang melawan dan menumbangkan penjajah kalau bukan para santri yang ditempa di pondok-pondok?” tanya beliau penuh semangat. Pernyataan ini menjadi pengingat agar mahasantri tidak melupakan sejarah perjuangan kaum santri sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di akhir sambutannya, Mudir berpesan agar seluruh santri menunjukkan akhlak mulia dan prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional. Menurut beliau, akhlak dan prestasi adalah dua hal yang akan menjaga marwah pesantren di tengah tantangan zaman.

“Tunjukkan akhlak, tunjukkan prestasi kalian di kancah negeri tercinta ini,” tegasnya.

Beliau menutup dengan pesan reflektif , “Jangan pernah melupakan jasa para ulama dan santri terdahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Mereka adalah pejuang yang mungkin telah dilupakan, namun jejak perjuangannya akan selalu menjadi cahaya bagi generasi penerus.” Sambutan tersebut disambut tepuk tangan meriah dan rasa haru dari seluruh hadirin.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Muh. Sutan